Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Presiden Jokowi Dorong Pengolahan CPO Jadi Biodiesel

badge-check

					Presiden Joko Widodo setelah meninjsu pabrik biodiesel milik PT Jhonlin Agro Raya di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Kamis, (21/10/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden-Agus Suparto/pri. Perbesar

Presiden Joko Widodo setelah meninjsu pabrik biodiesel milik PT Jhonlin Agro Raya di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, pada Kamis, (21/10/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden-Agus Suparto/pri.

BERITA.NEWS, Jakarta – Presiden Joko Widodo mendorong industri dalam negeri untuk melakukan pengolahan minyak sawit mentah (crude palm oil atau CPO) menjadi biodiesel.

“Sudah berkali-kali saya sampaikan jangan sampai kita mengekspor ‘raw material’, jangan sampai kita mengekspor bahan mentah hilirasi industrialisasi harus dilakukan dan harus kita paksa untuk dilakukan,” kata Presiden Jokowi di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan pada Kamis (21/10/2021).

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut saat meresmikan pabrik biodiesel PT Jhonlin Agro Raya di kabupaten Tanah Bumbu provinsi Kalimantan Selatan.

“Oleh sebab itu, saya sangat menghargai apa yang telah dilakukan oleh PT Jhonlin Grup membangun pabrik biodiesel artinya ini mengindustrialisasikan CPO ke biodiesel,” tambah Presiden.

Presiden Jokowi berharap perusahaan-perusahaan lain juga mulai melakukan hilirisasi dan industrialisasi CPO menjadi minyak goreng, kosmetik maupun barang setengah jadi atau barang jadi lainnya.

“Ini akan memberi nilai tambah yang besar, menciptakan produk-produk turunan dari CPO. Nikel sudah kita stop tidak boleh ekspor, sudah ada ‘smelter’, sudah ada pabrik untuk mengolah jadi barang setengah jadi dan barang jadi yang kita harapkan nanti memiliki nilai tambah tinggi yaitu jadi litium baterai untuk mobil listrik,” ungkap Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, pilihan untuk memperkuat biodiesel bagi Indonesia juga menjadi sangat strategis pada depan.

Baca Juga :  Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

“Pertama meningkatkan ketahanan energi nasional kita, kemudian menekan besarnya defisit neraca perdagangan akibat impor solar. Artinya kalau kita sudah bisa memproduksi sendiri biodiesel di sini, dijadikan campuran menjadi solar, impor kita juga akan turun drastis,” tambah Presiden.

Menurut catatan Presiden Jokowi, pada 2020, Indonesia sudah menghemat devisa sebesar Rp38 triliun dari produksi biodiesel.

“Diperkirakan pada 2021 akan menghemat devisa Rp56 triliun dan yang paling penting menciptakan lapangan pekerjaan yang banyak. Ini yang ditunggu-tunggu masyarakat membangun ‘smelter’, membuka lapangan pekerjaan. Membangun pabrik biodiesel, membuka lapangan pekerjaan,” tegas Presiden.

Menurut Amran Sulaiman selaku Komisaris PT Jhonlin Agro Raya, total investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan pabrik biodiesel itu adalah sebesar Rp2 triliun untuk pembangunan selama 2 tahun.

Pabrik itu rencanannya akan menghasilkan produksi biodiesel setara kualitas B30 sebesar 1.500 ton per hari. Pabrik juga akan mengembangkan produksi B50 dalam waktu dekat.

PT Jhonlin Grup sendiri berdiri di kawasan seluas 730 hektare dengan 12 industri yang terdiri dari pabrik biodiesel, pabrik minyak goreng, dan direncanakan pembangunan 4 unit smelter pada 2023. Kelompok usaha itu disebut Amran mempekerjakan karyawan langsung sebanyak 20 ribu orang dengan total realisasi investasi sebesar Rp29 triliun.

Dalam acara peresmian pabrik biodiesel tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, pemilik PT Jhonlin Grup Samsuddin Andi Arsyad atau Haji Isam, Komisaris PT Jhonlin Agro Raya yang juga mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman serta pejabat terkait lainnya.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional