Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Pj. Bupati Takalar Terima Kunjungan Program ICP 32 Negara

badge-check

					Pj. Bupati Takalar Terima Kunjungan Program ICP 32 Negara Perbesar

BERITA.NEWS — Suatu kebanggaan bagi masyarakat Kab. Takalar karena Kab. Takalar menjadi lokasi pelaksanaan The 7th International Culture Program (ICP) 2024 tepatnya di Puntondo Kec. Mangarabombang.

Terkait hal itu, Pj. Bupati Takalar Dr. Setiawan Aswad,.M.Dev,.Plg didampingi Pj. Ketua TP. PKK Kab. Takalar menerima kunjungan dari Kantor Urusan Internasional Unhas Makassar, di Rumah Jabatan Bupati, Minggu 7 Juli 2024.

Kunjungan ini dalam rangka pelaksanaan The 7th International Culture Program (ICP) 2024 yang akan dilaksanakan 3-10 Juli di Kota Makassar dan Kab. Takalar dengan mengusung tema “Exploring South Sulawesi Maritime Culture”.

Pj. Bupati Takalar dalam sambutannya menjelaskan letak geografis Kab. Takalar dimana Kab. Takalar terletak dibagian selatan Provinsi Sulawesi Selatan dengan jarak 40 km dari kota metropolitan makassar. Dan Takalar juga termasuk salah satu area metropolitan dimakassar yang disebut kawasan Mamminasata dan memiliki garis pantai yang cukup panjang.

“Masyarakat takalar juga memiliki berbagai macam mata pencaharian dan kebanyakan berprofesi sebagai petani dan nelayan dengan sumber ekonomi kami mengutamakan sektor pertanian, budaya, perikanan, perkebunan dan di takalar juga ada Proyek Strategis Nasional Bendungan Pamukkulu yang diresmikan secara langsung oleh Preaiden RI” jelas Dr. Setiawan.

Baca Juga :  Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

Selain itu, kami juga ada kawasan industri laikang yang letaknya sangat dekat dengan PPLH Puntondo. Sebelumnya, kawasan industri ini didedikasikan untuk pertanian tetapi karena tidak terlalu digunakan maka dialih fungsikan menjadi area industri. Kami berharap area industri bisa membuat perekonomian berkembang di takalar.

“Kami juga memiliki beberapa kerajaan takalar yang terdiri dari kerajaan laikang dipuntondo, kerajaan di galesong, kerajaan di polongbangkeng, dan kerajaan di sanrobone. Mungkin ini bisa menjadi destinasi yang bisa dikunjungi nantinya. Semoga dengan program ICP ini, budaya di Kab. Takalar dapat dikenal luas dan di mancanegara” Pungkas Pj. Bupati.

Pada kesempatan yang sama Dosen dari Unhas Makassar Andi Masyitha Irwan, S.Kep., Ns., MAN., PhD, menjelaskan bahwa Kantor Urusan Internasional Unhas Makassar menyelenggarakan International Culture Program (ICP) 2024. Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi utama yaitu Kampus Unhas dan PPLH Puntondo Kab. Takalar, yang diikuti oleh 70 peserta dari 32 negara.

“Para peserta akan diberikan pengetahuan mengenai kehidupan budaya masyarakat maritim dan juga melakukan kegiatan lapangan untuk mengamati langsung masyarakat di takalar, mulai dari budidaya rumput laut hingga kehidupan masyarakat pesisir” Jelas Andi Masyitha.

Dijelaskan pula, para peserta datang ke Sulawesi Selatan, Indonesia. Untuk memahami lebih banyak tentang masyarakat dan budayanya.

“Dengan memahami budaya seseorang, kita dapat membawa perdamaian bagi dunia. Mengingat sebagian besar pesertanya adalah generasi muda, saya yakin mereka akan menciptakan dunia yang lebih baik untuk hidup berdampingan” Tutupnya. (*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah