Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

Perum Gubenuran ASN Diduga Jadi ‘Lahan Bisnis’ Oknum Pejabat dan Pengusaha

badge-check

					Perum Gubenuran ASN Diduga Jadi ‘Lahan Bisnis’ Oknum Pejabat dan Pengusaha Perbesar

BERITA.NEWS, Makassar – Perumahan Gubenuran Provinsi Sulawesi Selatan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bukit Praja Indah Antang Manggala diduga jadi ‘lahan bisnis’ oknum pejabat Pemprov dan pengusaha. Bahkan dikuasai beberapa unit rumah atas nama pegawai negeri berbeda.

Dari informasi yang dihimpun bahkan ada salah satu Kepala Dinas kuasai beberapa unit di perumahan tersebut. Bahkan, beberapa unit lainnya bukan lagi atas nama ASN Pemprov Sulsel. Padahal, perumahan itu diperuntukkan khusus pegawai.

Diketahui, lahan hibah Seluas 21 Hektare (ha) akan dibangun 1000 unit rumah. 900 sudah terbangun. 700 unit telah laku terjual. Saat ini satu unit rumah di hargai Rp 120 juta. Soal pengelolaan, kini ditangani Koperasi PKRI Toddopuli. Bertanggung jawab langsung ke Sekda.

“Dulu ada pengembang yang kerja. ASN yang mau ambil rumah langsung kesana. Sekarang ini sudah ditangani koperasi karena pengembang sudah tidak ada. Uang DP rumah itulah kita pake membangun,” ucap Ketua Koperasi PKRI Toddopuli Provinsi Sulsel Andi Tambasmi saat dikonfirmasi BERITA.NEWS, Selasa (17/9/2019).

Menurutnya, Perumahan ASN itu hanya diperuntukkan untuk pegawai yang belum punya rumah. Tidak ada pendapatan dari perumahan tersebut. Pembangunan juga tidak pakai APBD.

“Tidak boleh kalau bukan PNS. Sertifikat belum keluar masih ada 500 unit. Jadi ada juga pegawai yang cicil rumah sampai sekarang. Koperasi yang lanjut pembangunan dari pada kosong,” ungkap pensiunan pegawai tersebut.

“Tahun 2007 dicanangkan Gubernur Amin Syam. Peletakan batu pertama. 1000 unit PNS Pemprov. Pengembang tahap pertama 480 unit diresmikan pak Syahrul 2010. Setelah peresmian berhenti karena banyak yang klaim selama 5 tahun. Proses hukum selesai dilanjutkan 2016,” pungkasnya.

  • Andi Khaerul

Loading

Comments

Baca Lainnya

Panitia Ajak Alumni di Seluruh Indonesia Meriahkan Mubes IKA Unhas

18 April 2026 - 21:55 WITA

Waspada! Nama Wawali Makassar Aliyah Dicatut untuk Penipuan

18 April 2026 - 16:01 WITA

Mensos RI Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat MA 26 Makassar

18 April 2026 - 14:18 WITA

Gunakan Fasum Selama 30 Tahun, Lapak PKL di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri

18 April 2026 - 10:15 WITA

Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko & 60 Armada

17 April 2026 - 18:20 WITA

Trending di Makassar