Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Perahunya Terbalik, Nelayan di Kolaka Ditemukan Meninggal

badge-check

					Tim Basasarnas Kendari, Pos SAR Kolaka bersama warga setempat saat mengevakuasi jenazah korban, Rabu (7/4/2021) dini hari. (ANTARA/HO-Humas Basarnas Kendari) Perbesar

Tim Basasarnas Kendari, Pos SAR Kolaka bersama warga setempat saat mengevakuasi jenazah korban, Rabu (7/4/2021) dini hari. (ANTARA/HO-Humas Basarnas Kendari)

BERITA.NEWS, Kendari – Basarnas Kendari menemukan nelayan bernama Cedi (40) yang dilaporkan hilang akibat perahunya terbalik diduga dihantam ombak di perairan Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Besarnas Kendari Aris Sofingi mengatakan korban ditemukan oleh nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian kecelakaan (LKK) pada Rabu (7/4) pukul 00.10 Wita.

“Pada pukul 00.10 Wita korban telah ditemukan di sekitar perairan Desa Konaweha, Kolaka kurang lebih 3,59 mil laut arah tenggara dari LKK oleh nelayan yang melintas dalam keadaan meninggal dunia,” katanya di Kendari, Rabu (7/4/2021).

Ia menyampaikan setelah korban ditemukan selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Tosiba, Kecamatan Samaturu, Kolaka.

Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Sebelumnya, tim pencarian dan pertolongan Basarnas Kendari Pos SAR Kolaka melakukan pencarian terhadap korban yang merupakan warga Desa Tamborasi, Kecamatan Wolo, Kolaka.

Baca Juga :  Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

Pencarian korban hingga memasuki hari kedua pada Selasa (6/4) pukul 18.00 Wita dengan hasil nihil. Pencarian korban melibatkan 52 personel gabungan di antaranya lima personel Pos SAR Kolaka, masing-masing satu orang perwakilan Polsek dan Babinsa Samaturu, tujuh orang dari Polair Kolaka, delapan SAR USN Kolaka dan 30 orang nelayan setempat.

Korban dilaporkan hilang akibat perahunya terbalik diduga dihantam ombak di wilayah perairan Desa Awa, Kabupaten Kolaka, Sultra saat hendak balik ke rumahnya usai memancing ikan di Pulau Lambasina.

Aris Sofingi melalui keterangan pers-nya di Kendari, Senin (5/4) mengatakan, pihaknya menerima laporan hilangnya korban pada pukul 16.00 Wita dari keluarganya bahwa korban hilang pukul 13.30 Wita.

Berdasarkan laporan tersebut, pada pukul 16.20 Wita tim penyelamat Pos SAR Kolaka diberangkatkan menggunakan truk personel membawa satu unit perahu karet beserta peralatan pendukung keselamatan lainnya untuk memberikan bantuan.

“Saat itu, perahu korban sudah ditemukan namun korban tidak ditemukan,” tambah Aris.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah