Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

Parah…!! Aktivis Desak Polda Selidiki Proyek Jalan Beton Rp10,7 PU Makassar

badge-check

					Parah…!! Aktivis Desak Polda Selidiki Proyek Jalan Beton Rp10,7 PU Makassar Perbesar

BERITA.NEWS, Makassar – Aktivis Lembaga Anti Korupsi (Laksus) mendesek Kejati dan Polda Sulawesi Selatan menyelidiki proyek jalan beton menghabiskan anggaran Rp10,7 miliar melalui DAK Tahun 2019.

Dimana kondisi proyek jalan beton retak-retak pasca dikerja oleh PT Mulia Trans Marga. Kegiatan berlokasi di sepanjang jalan Muh Tahir kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

“Memang proyek itu sudah rampung tapi hasilnya parah dan mengindikasikan tidak sesuai volumenya. Aparat hukum jangan diam,”tegas Muhammad Ansar aktivis Laksus, Rabu (11/9/2019).

Apalagi para warga setempat mempertanyakan mengapa jalan beton yang retak-retak ditempel aspal. Proyek DAK tahun 2019 milik Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar menghabiskan 10,7 miliar dengan kegiatan sarana dan prasarana jalan.

“Robert selaku kontraktor PT Mulia Trans Marga juga mengerjakan drainase di lokasi yang sama. Kami minta kontraktor proyek tersebut harus bertanggungjawab apalagi masih dalam pemeliharaan,”ujarnya.

Baca Juga :  Wali Kota Makassar Pilih Alihkan Anggaran Pengadaaan Randis ke Pendidikan dan Infrastruktur 

Uppi, warga Muh Tahir menuturkan saat pekerjaan jalan beton terlihat buru-buru. Pekerjaan digenjot berlangsung pada malam hari. Setelah dibeton, banyak terlihat retak-retak. 

“Masyarakat disini sempat bertanya kenapa hasil beton banyak retak. Jalan yang sudah dibeton ditempel aspal menutupi yang retak-retak,”kata Uppi, warga setempat.

Selain itu, Aktivis Laksus Ansar juga menyoroti dugaan mafia proyek di tubuh Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jada Kota Makassar. Bahkan disinyalir ada monopoli proyek tender yang diduga melibatkan oknum petinggi Dinas PU makassar.

Saat dikonfirmasi, Sekkot Makassar yang juga rangkap jabatan Kadis PU Makassar Muh Ansar membatah adanya permainan dalan tender proyek tahun 2019. 

“Kami di PU Makassar tidak tahu menahu dalam proses tender itu. Semuanya diketahui oleh panitia tender. Jadi kadang masyarakat salah paham dalam proyek yang ditender,”ujar Muh Ansar.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Panitia Ajak Alumni di Seluruh Indonesia Meriahkan Mubes IKA Unhas

18 April 2026 - 21:55 WITA

Waspada! Nama Wawali Makassar Aliyah Dicatut untuk Penipuan

18 April 2026 - 16:01 WITA

Mensos RI Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat MA 26 Makassar

18 April 2026 - 14:18 WITA

Gunakan Fasum Selama 30 Tahun, Lapak PKL di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri

18 April 2026 - 10:15 WITA

Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko & 60 Armada

17 April 2026 - 18:20 WITA

Trending di Makassar