Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

OJK Blokir 1.839 Entitas Ilegal per Juni 2025, Pinjol Terbanyak

badge-check

					OJK Blokir 1.839 Entitas Ilegal per Juni 2025, Pinjol Terbanyak Perbesar

BERITA.NEWS,Makassar- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat ribuan entitas ilegal masuk sejak Januari – 30 Juni 2025.

Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan sejak peluncuran IASC pada 22 November 2024 sampai dengan 30 Juni 2025, sudah menerima 166.258 laporan.

“Laporan yang terdiri dari 108.037 yang disampaikan oleh korban melalui Pelaku Usaha Sektor Keuangan (bank dan penyedia sistem pembayaran) yang kemudian dimasukkan ke dalam sistem IASC,” ucapnya.

Friderica melanjutkan, 58.221 laporan lainnya langsung dilaporkan oleh korban ke dalam sistem IASC.

“Jumlah rekening dilaporkan sebanyak 267.962 dan jumlah rekening sudah diblokir sebanyak 56.986,” sebutnya kepada awak media saat Konferensi Pers Assesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK.

OJK mencatat, hingga saat ini total kerugian dana yang telah dilaporkan sebesar Rp3,4 triliun dan total dana korban yang sudah diblokir sebesar Rp558,7 miliar.

Baca Juga :  Gabungan BPR Disetujui, OJK Targetkan Industri Lebih Sehat dan Efisien

“IASC akan terus meningkatkan kapasitasnya untuk mempercepat penanganan kasus penipuan di sektor keuangan,” tegas Friderica.

Diketahui, sejak 3 tahun terakhir data entitas ilegal di Indonesia terus meningkat, terdiri lagi Pinjaman Online (Pinjol), Gadai dan Investasi. 2022 ada 895, pada 2023 meningkat 2.288, kemudian 2024 naik lagi 3.240.

Khusus, Pinjol Ilegal Sejak 2022 ada 698 temuan, 2023 naik 2.248, lalu 2024 melonjak lagi ke 2.930. Terbaru per Juni atau pertengahan 2025 sudah ada 1.556.

Selain itu, sepanjang 2025 hingga per 30 Juni, OJK telah menyelenggarakan 2.937 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau lebih dari 6.170.698 peserta di seluruh Indonesia.

Hal ini disampaikan Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam konferensi pers Assesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijaka bersama awak media di Jakarta. Selasa (8/7/2025).

Friderica mengatakan platform digital Sikapi Uangmu, yang berfungsi sebagai saluran komunikasi khusus untuk konten edukasi keuangan kepada masyarakat melalui minisite dan aplikasi, telah menerbitkan 170 konten edukasi, dengan total 1.098.989 viewers.

“Selain itu, terdapat 19.948 pengguna Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU), dengan total akses modul sebanyak 5.950 kali dan penerbitan 2.662 sertifikat kelulusan modul,” ucapnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

OJK Perkuat GRC untuk Jaga Stabilitas Sistem Keuangan di Tengah Risiko Global

9 April 2026 - 08:30 WITA

Trending di Nasional