Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Mentan SYL Sebut Pertanian Satu-satunya Penyangga Ekonomi di Masa Pandemi

badge-check

					Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) dan Gubernur Kalbar Sutarmidji (kanan) menunjukkan buah talas keladi saat meninjau hasil komoditi pertanian unggulan daerah setempat di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalbar di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (12/9/2021). Selain meninjau hasil komoditi pertanian unggulan Kalbar, Menteri Pertanian juga membagikan bibit tanaman kepada sejumlah perwakilan kelompok tani setempat. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/AWW.) Perbesar

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kiri) dan Gubernur Kalbar Sutarmidji (kanan) menunjukkan buah talas keladi saat meninjau hasil komoditi pertanian unggulan daerah setempat di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalbar di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (12/9/2021). Selain meninjau hasil komoditi pertanian unggulan Kalbar, Menteri Pertanian juga membagikan bibit tanaman kepada sejumlah perwakilan kelompok tani setempat. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/AWW.)

BERITA.NEWS, Yogyakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa pertanian merupakan satu-satunya sektor penyangga ekonomi negara selama pandemi COVID-19.

“Dalam masa COVID-19 ini hanya pertanian yang menyangga (ekonomi) negara 16,4 persen. (Sektor) yang lain minus,” kata Syahrul Yasin Limpo saat membuka secara daring “Fiesta Singkong 2021” di Yogyakarta, Kamis (30/9/2021).

Menurut Syahrul, Indonesia memiliki pertanian yang kuat. Dengan modal itu, Indonesia diperkirakan tetap mempunyai ketahanan pangan saat terjadi krisis pangan dunia akibat anomali cuaca.

“Indonesia punya daya tahan. Kalau kita tidak bisa makan beras kenapa tidak makan singkong,” tutur dia.

Selain didukung SDM pertanian yang kuat, menurut Syahrul, kondisi alam seperti sinar matahari yang tak pernah putus sepanjang tahun, tanah yang subur juga ikut memperkuat potensi pertanian di Tanah Air.

Kendati demikian, ia berharap tetap ada akselerasi dalam tata kelola berbagai sektor pertanian sehingga semakin mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

Baca Juga :  Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

“Pertanian adalah kebutuhan makan, pertanian adalah lapangan kerja terbesar, pertanian adalah pembangun ekonomi dasar sebuah bangsa, sebuah daerah, sebuah provinsi dan desa,” kata dia.

Salah satu akselerasi yang bisa dilakukan, ujar Syahrul, adalah mengolah hasil pertanian dan tidak berhenti pada aspek budi daya. Seperti pada komoditas singkong, harus ada pengolahan pascapanen sebelum dijual.

“Kita tidak hanya menjual singkong seperti kemarin tapi harus bisa mengolahnya,” kata dia.

Di sisi lain, ia juga berharap berbagai sektor lain seperti hotel, restoran, dan kafe (horeka) ikut mendukung penyerapan hasil pertanian, tidak terkecuali singkong.

“Sayang banget kalau seluruh hotel kita, seluruh restoran kita, seluruh kafe kita, menyajikan barang-barang (makanan) impor. Sementara di kafe berbagai minuman yang baik-baik itu kan dengan singkong goreng juga enak,” ujar Syahrul.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional