Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Kronologi Suami Menggadaikan Istri, Hingga Pembunuhan Salah Sasaran

badge-check

					Hori bin Suwari (42) yang menggadaikan Istrinya saat diamankan pihak kepolisian. (Int) Perbesar

Hori bin Suwari (42) yang menggadaikan Istrinya saat diamankan pihak kepolisian. (Int)

BERITA.NEWS, Lumajang – Seorang pria bernama Hori bin Suwari (42) yang berasal dari Desa Janggrong, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana.

Berawal dari Hori yang menggadaikan istrinya kepada seorang pria bernama Hartono yang merupakan tetangga desanya senilai Rp. 250 Juta.

Berselang setahun, Hori hendak menebus istrinya dengan menukarnya dengan sebidang tanah. Akan tetapi, Hartono menolak permintaan Hori dengan alasan dia akan mengembalikan Istri Hori jika dia membayarnya menggunakan uang juga.

Hori yang tak terima dengan alasan tersebut langsung emosi lalu mencari Hartono dengan membawa sebilah parang dan berencana akan membunuhnya.

Baca Juga : Kasus Baru! Ratusan “Mutiara” Bubble Tea Ditemukan dalam Perut Gadis Ini

“Setelah kami interogasi, pelaku mengakui bahwa pembunuhan ini telah direncanakan dengan motif agar utangnya menjadi hangus serta mendapatkan kembali istrinya yang telah digadaikan,” kata Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran, seperti dilansir dari tribunnews.com, Kamis (13/6/2019).

Baca Juga :  Menteri Agama Nasaruddin Umar Sebut Media Profesional Kunci Menjaga Kerukunan Bangsa

Dalam perjalanan menuju Desa Sombo Gucialit untuk mencari Hartono, Hori bertemu dengan Muhammad Toha (34), yang dia kira merupakan Hartono dan langsung menebasnya.

Penebasan yang berujung tewasnya Muhammad Toha terjadi di Dusun Argomulyo Desa Sombo Kecamatan Gucialit, Lumajang, Selasa (11/6/2019) malam.

Baca Juga : Menkeu: Gaji 13 PNS dan TNI-Polri Cair 1 Juli

Setelah menebas korban, tersangka langsung kaget lantaran telah membunuh orang yang salah.

Melihat kejadian tersebut warga sekitar langsung geger dan melaporkan kejadian tersebut kepihak berwajib.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menilai adanya degradasi moral yang terjadi pada Hori.

“Kalau betul ini terjadi, berarti ada degradasi moral dan permasalahan sosial yang harus kita benahi bersama,” imbuhnya.

“Selain kasus pembunuhan, saya juga miris mendengar pengakuan pelaku yang menggadaikan istrinya. Saya akan dalami motif sebenarnya,” ujar Arsal, Rabu (12/6/2019).

“Kasus ini bukan hanya masalah pembunuhan tapi juga ada persoalan di balik ini, di mana pelaku menggadaikan istrinya sendiri. Peristiwa ini tentu di luar nalar kita,” tambah dia.

Menurutnya Arsal, Sesuatu yang dapat digadaikan adalah sebuah barang bukannya makhluk hidup apalagi seorang manusia.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan terancam hukuman penjara selama 20 tahun.

Sumber : tribunnews.com

Loading

Comments

Baca Lainnya

Menteri Agama Nasaruddin Umar Sebut Media Profesional Kunci Menjaga Kerukunan Bangsa

14 Juni 2026 - 23:11 WITA

Menteri Agama Nasaruddin Umar (Kanan) menegaskan media profesional berperan penting menjaga kerukunan dan persatuan bangsa di tengah derasnya arus informasi digital dan media sosial. (Fofo: Ist)

Pertamax Naik dari Rp12.600 Jadi Rp16.650/liter, Pertalite dan Biosolar Tetap

10 Juni 2026 - 16:56 WITA

Telkomsel dan TVRI Sajikan Piala Dunia 2026 di MAXStream TV

10 Juni 2026 - 10:24 WITA

Rupiah Tembus Rp18.200 per Dolar AS, Analis Waspadai Pelemahan ke Rp19.000

9 Juni 2026 - 11:15 WITA

Bebani APBN, Mendagri Larang Kepala Daerah Rekrut Honorer Baru

8 Juni 2026 - 19:57 WITA

Trending di Nasional