Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

KPM-PM Binuang Lakukan Penyemprotan Disinfektan dan Pembagian Hand Sanitizer

badge-check

					Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar (KPM-PM) Cabang Binuang bersama. (Ist) Perbesar

Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar (KPM-PM) Cabang Binuang bersama. (Ist)

BERITA.NEWS, Makassar – Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar (KPM-PM) Cabang Binuang bersama dengan Pemerintak Kabupaten Polewali Mandar Kecamatan Binuang, Desa Amola membagikan hand sanitizer kepada warga Desa Amola, Kamis (9/4/20).

Selain itu, relawan KPM-PM juga menyemprotkan Disinfektan di beberapa titik yang biasa dikunjungi warga Desa Amola.

Muhammad Alamsyah, selaku Sekretaris Kesatuan Pelajar Mahasiswa Polewali Mandar (KPM-PM) Cabang Binuang Periode 2020-2021 mengaku mengambil Langkah seperti ini berawal dari keresahannya sebagai Mahasiswa melihat maraknya wabah COVID-19 di Indonesia.

“Tentunya kami ingin betul-betul menjalankan fungsi mahasiswa sebagai kontrol sosial, artinya seseorang yang lebih peka terhadap problematika yang terjadi di masyarakat,” kata Sekretaris KPM-PM yang akrab disapa Alam.

“Mahasiswa tidak boleh acuh terhadap apa yang terjadi pada masyarakat seperti keadaan Pandemi COVID-19 ini salah satu contohnya,” tambahnya.

Seluruh upaya pencegahan tersebut kata Alam, mendapat dukungan SDM dan material dari berbagai pihak sehingga mempermudah saat produksi.

Baca Juga :  7 Tahun Kuasai Fasum, 27 Lapak PKL di Tallo Akhirnya Ditertibkan

Alam berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan edukasi kepada Masyarakat agar tetap patuh pada aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah demi mempercepat putusnya rantai penularan COVID-19 ini.

Tak hanya itu, di pandemik COVID-19 di Indonesia, komunikasi dianggap penting. Hilir mudik informasi, membuat masyarakat rentan mengonsumsi informasi yang tidak valid.

Informasi palsu atau hoax banyak menyebar, hal ini menjadi salah satu penyebab keresahan masyarakat karena mengkomsumsi informasi hoax.

Dalam kondisi krisis, penyebaran informasi hoax semakin massif. Sementara itu, publik berada dalam situasi yang dinilai tidak jelas dalam mengkonsumsi informasi terkait COVID-19.

Dengan banyaknya beredar informaai hoax utamanya di media sosial yang menjadi sumber informasi yang paling mudah diakses, Alam menghimbau masyarakat untuk tidak menyebar berita yang belum tentu kebenarannya.

“Pengguna sosial media, kami menghimbau untuk tidak menyebar berita berita yang mengandung unsur Hoax yang bisa membuat keadaan semakin mencekam, hendaknya kita saling menguatkan dan saling membantu satu sama lain dalam menghadapi situasi yang sekarang melanda Negeri ini,”pungkasnya.

Ratih Sardianti Rosi

Loading

Comments

Baca Lainnya

Menuju 10 Besar, 68 Peserta Ikuti Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar

17 April 2026 - 14:13 WITA

WFH Pemkot Makassar, Munafri Gowes Bareng SKPD Pantau Kebersihan Kota

17 April 2026 - 13:45 WITA

Tanpa Konflik, Penertiban Lapak di Tallo Berjalan Tertib

17 April 2026 - 09:08 WITA

Iran Gulung 35 Orang Jaringan Mata-mata Mossad di Enam Provinsi

17 April 2026 - 05:24 WITA

Soal Aksi Seruan Dukung JK di Makassar, KALLA Minta Semua Pihak Menahan Diri

17 April 2026 - 05:21 WITA

Trending di Makassar