BERITA.NEWS,Makassar- Semangat pelestarian budaya melalui layar lebar kembali bergelora di Kota Makassar dengan visi besar mengangkat kearifan lokal diprakarsai Kodam XIV/Hasanuddin bersama PT Go Talent Academy selaku tim produksi.
Komitmen itu diperkuat lewat rapat koordinasi lanjutan terkait progres Project Kolaborasi film “TUNGKE: Badik Tak Bertuan” di Cafe The Icon Makassar.

Hadir memimpin diskusi, Letnan Kolonel Inf. Yoni selaku Pabandya Watpres Kodam XIV/Hasanuddin menekankan pentingnya persistensi dalam proses produksi karya yang sarat akan nilai sejarah dan harga diri masyarakat Sulawesi Selatan ini.
”Kita harus terus menjaga semangat dalam diskusi panjang ini. Proyek film ‘TUNGKE: Badik Tak Bertuan’ bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah misi budaya yang perlu kita kawal hingga tuntas,” ujar Letnan Kolonel Inf. Yoni.
Baca Juga: Film “TUNGKE- Badik Tak Bertuan” Siap Produksi Awal Tahun, Pangdam XIV Beri Dukungan Penuh
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kesiapan teknis dan non-teknis film tersebut. Hadir langsung CEO PT Go Talent Academy Indonesia Miftah F. Rahman, selaku mitra strategis pengembangan bakat dan produksi.
Hadir juga Sutradara Film, Harry Maverick yang memaparkan visi artistik, perkembangan skenario dan Sponsor Utama SM Group Yasjudan Andika, Tim kreatif serta perwakilan media massa yang turut memberikan dukungan publikasi.
Rapat koordinasi di Cafe The Icon Makassar ini membahas langkah-langkah konkret terkait jadwal syuting, penguatan narasi film, hingga strategi distribusi agar pesan moral dalam film “TUNGKE” dapat menjangkau khalayak luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Film “TUNGKE: Badik Tak Bertuan” diharapkan menjadi ikon baru sinema lokal yang mampu merepresentasikan identitas Bugis-Makassar dengan kemasan modern tanpa meninggalkan akar tradisi.
Tentang Film TUNGKE: Badik Tak Bertuan
Film ini merupakan proyek kolaborasi yang mengangkat filosofi badik dan nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Selatan.
Menggabungkan unsur laga, Taktik Dan Strategi Militer dan drama, film ini diproyeksikan menjadi medium edukasi sekaligus kebanggaan bagi masyarakat setempat.
![]()





























