Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Keterbatasan Biaya, Bocah di Pinrang Lumpuh Layu Butuh Uluran Tangan Pemerintah

badge-check

					Uswatul Hasanah saat ditemui didampingi ibunya. (BERITA.NEWS/Zakaria). Perbesar

Uswatul Hasanah saat ditemui didampingi ibunya. (BERITA.NEWS/Zakaria).

BERITA.NEWS, Pinrang – Seorang bocah di Kabupaten Pinrang, mengalami lumpuh layu hingga hampir sebagian tubuh tak bisa di gerakan. Ironisnya kondisi itu sudah berlangsung semenjak usia tiga tahun, akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Uswatul Hasanah (15) bocah yang mengalami lumpuh layu itu bercita cita ingin menjadi dokter, namun apa daya akibat penyakitnya dia tidak pernah mengenyam pendidikan.

Buah hati dari pasangan Alimuddin (41) buruh lepas bangunan dan Hartati (36) ibu rumah tangga, warga Kelurahan Temmassarangnge Kecamatan Paleteang Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan, menceritakan kondisi yang di alami anaknya.

Hartati sang ibu merasa sedih dan berharap kondisi anaknya dapat segera disembuhkan. Sebab selama ini, anaknya yang mengalami lumpuh itu hanya dapat dirawat di rumah.

“Sejak usia 3 tahun tidak bisa jalan, pernah dirawat di rumah sakit dan dokter menyarankan agar diterapi, namun tidak ada perubahan justru memperburuk keadaan. Saya pun memutuskan untuk dirawat di rumah saja dengan pengobatan se adanya” cerita Hartati kepada awak media saat ditemui dikediamannya.

“Usawatul yang selalu ceria dan semangat belajar meski dengan kondisi terbatas, sesekali dia merasa kesakitan jika terlalu banyak aktivitas,” tutur Hartati.

Sementara itu Lukman Ketua LP3D Pinrang, berharap uluran tangan para dermawan untuk membantu saudara, terkhusus Pemerintah Kabupaten Pinrang.

Seperti diketahui Pinrang baru baru ini menyambet langsung 3 penghargaan sekaligus yaitu: Petugas Kesehatan Lingkungan (Sanitarian) Puskesmas Suppa, Kabupaten Stop buang air besar sembarangan, serta Inovasi Terbaik I se Indonesia.

Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penerimaan Penghargaan itu dilakukan di Auditorium Siwabessy Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Farid Moeloek pada Rabu (2/10/2019) lalu.

  • Zakaria

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah