Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Palopo-Luwu

Bappeda Gagas Kajian Terpadu Penanganan dan Pengendalian Banjir

badge-check

					Bappeda Gagas Kajian Terpadu Penanganan dan Pengendalian Banjir Perbesar

BERITA.NEWS, Luwu — Badan Perencanaan dan Pembagunan Penelitian dan Pengembangan (Bappeda dan Litbang) Daerah Kabupaten Luwu, menggagas kajian terpadu penanganan dan pengendalian banjir Kabupaten Luwu. Untuk memantapkan program ini, Bappeda dan Litbang Luwu menggandeng Center of Technology (PUSLATEK/CoT) Universitas Hasanuddin Makassar.

Dalam ekspose via teleconfrence yang dilaksanakan di ruang pertemuan Bappeda dan Litbang Kabupaten Luwu, Selasa (21/4), menghadirkan pembicara Dr Eng Ir Farouk Maricar, MT, PU, SDA sebagai Ahli Teknis Sumberdaya Air. Ada pula Ir Riwal Karamma, MT sebagai Ahli Teknik Sungai/Model Hidrolika, Ir Bachrianto Bachtiar, SPi, MSi sebagai Ahli Lingkungan Hidup dan Ir Naufal SHut, IPM sebagai Ahli DAS dan Remote Sensing.

Dalam paparan singkatnya, Kepala Bappeda dan Litbang Luwu, Drs Muh Rudi MSi mengatakan, adapun tujuan dari ekspose ini untuk merancang ‘Road Map’ Kabupaten Luwu Bebas Banjir Tahun 2024.

“Kita berharap dari lahirnya dokumen yang menjelaskan rencana aksi penanganan dan pengendalian banjir secara spesifik ini, dapat menjadi peta jalan Kabupaten Luwu untuk menyelesaikan masalah banjir yang tiap tahun atau rutin terjadi,” kata Muh Rudi.

Sementara itu, Farouk Maricar dalam penjelasannya mengatakan, pengendalian banjir ditargetkan memilikiperencanaan yang multilayer pada setiap level perencanaan baik itu dengan jangka pendek, jangkamenengah dan jangka Panjang.

Sehingga hal ini bukan saja menjadi caramenyelesaikan dampak banjir saat ini, tetapi juga terhadap potensi banjir yang kemudian akan terjadi
ke depan.

“Khususnya pengurangan resiko dampak perubahan iklim secara berkelanjutan,” kata Farouk.

Menurutnya, ruang lingkup kajian ini adalah mengukur dan menganalisis tingkat kerawanan banjir di wilayah Kabupaten Luwu dan melakukaneskalasi dampak banjir di masa ini dan masa depan.

Termasuk melakukan triangulasi data melalui FGD di level tapak untuk melihat penanganan dan respon masyarakat sekitar daerah rawan banjir.

Ekspose selain dihadiri Kepala Bappeda dan Litbang Luwu, Muh Rudi, turut hadir Summang, Anggota DPRD Kabupaten Luwu, Andi Pangerang, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu, Rahman Mandaria Kepala BPBD Kabupaten Luwu.

Dalam acara ini dihadirkan pihak kecamatan terdampak banjir di antaranya, Kecamatan Suli, Suli Barat, Larompong, Larompong Selatan, Bajo, Bajo Barat, Bastem, Bastura, Latimojong dan Kecamatan Lamasi.

. Muh Asri

Loading

Comments

Baca Lainnya

Rutan Masamba Gelar Aksi Bersih Lingkungan Peringati HBP ke-62

8 April 2026 - 11:30 WITA

bersih-bersih

Razia Besar di Lapas Palopo, Barang Terlarang Disita, Tapi Ada yang Nihil

7 April 2026 - 15:49 WITA

razia

Rutan Masamba Gelar Tes Urine dan Penggeledahan Gabungan, Seluruh WBP Negatif Narkoba

7 April 2026 - 08:00 WITA

tes urine

Tak Disangka! Ratusan Petugas & WBP Lapas Palopo Jalani Tes Narkoba, Ini Hasilnya

6 April 2026 - 22:21 WITA

tes urine

Porseni WBP Resmi Dibuka di Rutan Masamba, Semarak Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

31 Maret 2026 - 21:28 WITA

porseni
Trending di Palopo-Luwu