Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Antisipasi Gagal Ginjal Akut, Orang Tua Harus Teliti Memilih Obat Anak

badge-check

					Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Rosmini Pandin didampingi Kepala Diskominfo Sulsel Amson Padolo saat konfrensi pers di kantor Gubernur (BERITA.NEWS/Andi Khaerul) Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Rosmini Pandin didampingi Kepala Diskominfo Sulsel Amson Padolo saat konfrensi pers di kantor Gubernur (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS,Makassar- Dinas Kesehatan Sulsel mengimbau para orang tua agar tidak asal beli obat, antisipasi marak Gagal Ginjal Anak.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Rosmini Pandin mengatakan para orang tua harus lebih selektif memilikan buah hatinya obat saat sakit, apalagi berbentuk sirup.

“Poin mya saat ini kita adalah semua anak-anak kita yang alami demam harus di pantau urinnya. Apalagi sertai dengan batuk diare dan sebagainya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Rosmini mengatakan saat anak demam batasi dengan obat berbentuk sirup. Apalagi dugaan sementara maraknya Gagal Ginjal Akut pada anak karena hal tersebut.

“Kalau dia demam apalagi sirup batasi. Kami buat edaran bahwa setiap dokter wajib menulis bukan sirup tapi di puyerkan obat-obat tersebut,” ujarnya.

Mantan Kadis Kesehatan Lutim itu mengaku saat ini kerjasama pihak kepolisian juga melakukan peredaran obat yang jadi catatan larang edar.

“Harapkan kerjasamanya semua dan sudah ada rilis baru kemarin, beberapa yang dikatakan aman jadi poinnya di sini kita harus berhati-hati

setiap anak yang demam harapkan melihat orangnya kencingnya apakah dia mulai berkurang jadi kalau dia itu kan 3 sampai 8 kali buang air kecil satu hari,” jelasnya.

“Karena sampai saat ini belum jelas penyebabnya apakah obat-obatan atau hal lain ini masih jadi penelitian

bagi semua quick respon ketika ada anak seperti itu sampaikan sampai pelosok,” tambahnya.

Saat ini, Dinas Kesehatan Provinsi mendapati 8 kasus serupa sejak Agustus lalu, 5 anak meninggal dengan dugaan gagal ginjal akut tersebut.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Mensos RI Kumpulkan Para Kadis Sosial se-Sulsel Ingatkan Pemuktahiran Data PKH

18 April 2026 - 20:52 WITA

Pemprov Kebut Pengaspalan Ruas Aroepala Malam Hari, Atasi Keluhan Debu

18 April 2026 - 09:36 WITA

Hari Jadi ke-66, Gubernur Sulsel Dorong Parepare Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

14 April 2026 - 14:24 WITA

Hari Jadi Enrekang ke 66, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp 10 M: Sejahterakan Masyarakat 

14 April 2026 - 08:13 WITA

Pengadaan Randis Lexus LM Sesuai Aturan dan Berbasis Efisiensi Aset

12 April 2026 - 05:51 WITA

Trending di Pemprov Sulsel