Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Mutu dan Kualitas Beton Rendah, LAKSUS Minta Kementerian PUPR Evaluasi Pembangunan Pasar Tempe

badge-check

					Mutu dan Kualitas Beton Rendah, LAKSUS Minta Kementerian PUPR Evaluasi Pembangunan Pasar Tempe Perbesar

BERITA.NEWS, Wajo – Meskipun masih dalam proses pengerjaan, Proyek Pembangunan Pasar Tempe di Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan diduga menyalahi Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Dugaan itu terletak pada mutu dan kualitas beton yang digunakan lantaran menggunakan material di bawah standar.

“Temuan awal kami di lapangan, pada saat proses pengerjaan pelat lantai dasar pasir urugan tidak melalui proses pemadatan, hanya menggunakan alat seadanya. Sehingga sebahagian lantai mengalami keretakan. Ditambah kualitas material di bawah standar. Ini kalau dites uji lab tidak memenuhi mutu kualitas beton K-250,” ungkap Muhammad Ansar, Direktur Lembaga Antikorupsi Sulawesi Selatan (LAKSUS), Rabu (3/11/2021)

Temuan lainnya, lanjut Ansar, mutu kolom beton tidak sesuai spesifikasi beton kualitas K-300.

“Ada 26 kolom beton tidak memenuhi standar, lagi-lagi karena kualitas material rendah,” seru Ansar.

Lantaran dugaan menyalahi RAB sejak pekerjaan awal, makanya proyek senilai Rp45 M yang dikerjakan PT Delima Agung Utama mengalami keterlambatan progress pekerjaan.

“Tertunda pengerjaan pengecoran. Masa pelaksanaan sisa 2 bulan berakhir 31 Desember, progress di lapangan baru mencapai kurang lebih 30 persen. Kalau dihitung per November ini deviasinya mencapai 30 persen. Terancam gagal dan pelaksana terkena sanksi atau penalti hingga berujung penghentian kontrak kerja,” papar Ansar yang aktif melakukan peran serta masyarakat dalam hal pencegahan korupsi di wilayah Sulsel

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

Untuk itu, Ansar meminta Kementerian PUPR melalui Dirjen Cipta Karya segera mengevaluasi kinerja Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah II Sulawesi Selatan.

“Satker PPK Satker Balai Prasarana Permukiman Wilayah II Sulsel harus juga bertanggung jawab, terlebih pelaksana dan konsultan pengawasnya,” tegasnya.

Data yang dihimpun, proyek pembangunan Pasar Tempe merupakan proyek strategis nasional percontohan pertama di kawasan Indonesia Timur.

Pasar ini dibangun dengan menggunakan Dana APBN Rp45.340.239.338,63 dimenangkan PT Delima Agung Utama yang beralamat di Jl Suryalaya XII No 6, Buah Batu Bandung, Jawa Barat.

Pembangunan Pasar Tempe dimaksudkan untuk peningkatan ekonomi kerakyatan, namun lantaran pembangunannya tersendat-sendat, perputaran roda ekonomi ikut terpengaruh, apalagi ini menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Sejak awal kami menduga proyek ini sarat masalah, mulai dari tendernya, penggunaan materialnya hingga Andal Lalinnya. Ini peran serta kami di tengah masyarakat mengawasi penggunaan uang rakyat, upaya pencegahan korupsi,” tutup Ansar.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah