Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Wagub Sulsel Sebut Penyebab Banjir Bandang Lutra Ada indikasi Alih Fungsi Lahan

badge-check

					Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Perbesar

Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

BERITA.NEWS, Makassar – Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyebutkan adanya indikasi alih fungsi lahan, jadi salah satu penyebab banjir bandang yang melanda Kabupaten Luwu Utara (Lutra) Senin (13/7) malam lalu.

Hal itu dikatakan Andi Sudirman saat menghadiri Rapat Koordinasi Diseminasi Kajian Banjir DAS Baliase dan Kolaborasi Penanganan di Provinsi Sulsel bersama Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi Maluku di kantor Gubernur, Sabtu (25/7/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Andi Sudirman memperlihatkan adanya video yang diambil lewat udara di beberapa titik hutan di atas daerah Maipi. Dikatakan keseimbangan tidak terjadi dan harus segera membuat terobosan bersama.

“Kita harus sadari bersama bahwa pembukaan lahan, perambahan hutan termasuk bentuk secara keilmuan mengganggu keseimbangan, curah hujan, penyimpangan cadangan air dll. Kita lihat dihilir sungai, kayu ada banyak juga bekas potongan mesin karena rapi. Citra satelit di Google earth juga terlihat ada alih fungsi lahan dari tahun ke tahun,” ucapnya.

Baca Juga :  Mensos RI Kumpulkan Para Kadis Sosial se-Sulsel Ingatkan Pemuktahiran Data PKH

Menurutnya, daerah Luwu Utara sangat sensitif terhadap perubahan keseimbangan yang mudah berujung bencana. Olehnya itu, semua pihak harus bijak dalam kebijakan. Meski begitu, ia meminta tetap menunggu kajian pusat sebagai kesimpulan.

“Kita harus buat terobosan bersama, kita sudah sampai disini. Urgent saat ini apa yang perlu kita selesaikan, bagaimana merestorasi untuk mengembalikan keseimbangan. Kita harus berfikir apa yang harus kita lakukan sekarang untuk jangka panjang. Jangan pernah bermain-main dengan hutan,” tegasnya.

“Intervensi dan sinergitas, diperlukan master plan untuk sistem kehutanan di Sulsel, dan bagaimana pemulihan yang sudah terjadi,” tambahnya.

Sementara itu, Tim Kajian Banjir Pemprov Sulsel yang diketuai Syamsu Rijal juga mengungkap beberapa rekomendasi penyebab banjir bandang tersebut.

“Rekomendasi dari kajian banjir salah satunya pembukaan lahan (clear cutting) oleh masyarakat menggunakan sistem rotasi, pengendalian pola tanam masyarakat pada areal APL (non kawasan Hutan), peningkatan pengawasan dan pengamanan pada kawasan hutan,” jelasnya.

. ANDI KHAERUL

Loading

Comments

Baca Lainnya

Mensos RI Kumpulkan Para Kadis Sosial se-Sulsel Ingatkan Pemuktahiran Data PKH

18 April 2026 - 20:52 WITA

Pemprov Kebut Pengaspalan Ruas Aroepala Malam Hari, Atasi Keluhan Debu

18 April 2026 - 09:36 WITA

Hari Jadi ke-66, Gubernur Sulsel Dorong Parepare Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

14 April 2026 - 14:24 WITA

Hari Jadi Enrekang ke 66, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp 10 M: Sejahterakan Masyarakat 

14 April 2026 - 08:13 WITA

Pengadaan Randis Lexus LM Sesuai Aturan dan Berbasis Efisiensi Aset

12 April 2026 - 05:51 WITA

Trending di Pemprov Sulsel