Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Update Banjir Bandang Luwu Utara: 15 Orang Meninggal dan 34 Masih Dicari

badge-check

					Suasana pascabanjir bandang di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, pada Selasa (14/7/2020). FOTO/HO/istimewa. Perbesar

Suasana pascabanjir bandang di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, pada Selasa (14/7/2020). FOTO/HO/istimewa.

BERITA.NEWS, Masamba – Sebanyak 4.930 keluarga di 6 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, Sulsel terdampak banjir bandang yang terjadi pada Senin (13/7) lalu. Hingga saat ini 15 orang dilaporkan meninggal dunia dan 34 lainnya masih dalam pencarian.

“Laporan sementara hingga saat ini 15 orang meninggal dunia. Memang ada laporan temuan (jenazah lagi), semalam itu kami dapat ada jenazah yang ditemukan di Kecamatan Malangke, itu ada 1, kemudian ada di daerah Radda juga 2, jadi itu ada penambahan lagi semalam, tapi kami coba validasi kembali,” ujar Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, Rabu (15/7/2020), mengutip Detikcom.

Terkait orang hilang akibat banjir bandang, Indah mengungkapkan, awalnya pihaknya menerima 56 orang hilang. Namun setelah ada warga yang melaporkan kembali, sehingga saat ini laporan korban hilang berjumlah 34 orang.

“Sampai semalam informasi ke kami itu tinggal 34 (laporan korban hilang), sebelumnya kan 56 orang (dilaporkan hilang), nah ini sudah ada ditemukan,” kata Indah.

Laporan ditemukannya orang hilang itu sebagian besar masih berasal dari warga yang di Desa Radda, Kecamatan Baebunta. Pemkab Luwu Utara juga masih mendata ulang laporan orang hilang dari Kota Masamba.

“Kalau di Masamba belum kami update lagi, karena belum ada lagi yang melaporkan keluarganya yang hilang. Kalau total data orang hilang seluruhnya, kemarin 56, setelah kami data ulang tinggal 34 orang,” tuturnya.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

Dari 4.930 keluarga yang terdampak banjir bandang, sebagian besar saat ini masih mengungsi di beberapa titik.

“Kalau untuk (korban banjir bandang) Radda itu pengungsi terpusat di jalan masuk TPA Meli, ada 2 desa di situ yang menjadi tempat pengungsian, jadi kita agak terbantu kalau di sana,” imbuhnya.

“Nah yang di Ibu Kota Masamba ini pengungsi terpencar, karena memang kan ada 2 kelurahan yang kebetulan dipisah oleh sungai, jadi mereka terpencar itu. Nah kami berharap, kami melalui media sosial itu sudah kami sampaikan nomor kontak Satgap Pusdalops, supaya mereka yang tidak terjangkau bantuan logistik atau apapun itu mereka bisa menelfon ke nomor kontak itu untuk kemudian dapat segera dijangkau,” jelasnya.

BNPB mencatat sebanyak 4.930 keluarga di Luwu Utara terdampak banjir bandang yang terjadi pada Senin (15/7) lalu. Mereka berasa dari 6 kecamatan yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat.

“Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB memonitor sebanyak 4.930 keluarga terdampak di 6 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara. Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat. Ribuan rumah terendam di kawasan terdampak,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam keterangan resmi, Selasa (14/7).

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah