Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Internasional

Trump Sebut Upaya WHO Tangani COVID-19 “Sangat Buruk”

badge-check

					Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin instruksi harian satuan tugas virus corona (COVID-19) di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Jumat (20/3/2020). (REUTERS/JONATHAN ERNST) Perbesar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin instruksi harian satuan tugas virus corona (COVID-19) di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Jumat (20/3/2020). (REUTERS/JONATHAN ERNST)

BERITA.NEWS, Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan upaya yang dilakukan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menangani pandemi COVID-19 “sangat buruk”.

“WHO ‘telah melakukan pekerjaan yang sangat buruk’ dalam menangani virus corona,” ujar Donald Trump pada Senin (18/5).

Dalam sebuah acara di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa ia akan membuat keputusan tentang pendanaan Amerika Serikat untuk WHO secepatnya.

Ia telah mempertimbangkan untuk mengurangi pendanaan Amerika Serikat untuk WHO sebesar 40 juta dolar AS.

“Saya memilih untuk tidak membuat pernyataan hari ini. Saya akan memberikan pernyataan terkait WHO dalam waktu dekat,” kata dia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan evaluasi independen terhadap tanggapan global virus corona akan diluncurkan sesegera mungkin, dan China mendukung rencana itu.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan janji tersebut dalam pertemuan virtual badan pembuat keputusan WHO, Majelis Kesehatan Dunia, di mana Presiden China Xi Jinping membela penanganan krisis virus corona di negaranya.

Presiden AS Donald Trump dengan tajam mempertanyakan kinerja WHO selama pandemi dan memimpin kritik internasional terhadap penanganan China terhadap tahap-tahap awal krisis.

Tedros, yang selalu menjanjikan peninjauan pascapandemi, mengatakan tinjauan itu akan dilakukan “pada saat yang tepat paling awal” dan memberikan rekomendasi untuk kesiapan di masa depan.

“Kita semua memiliki sesuatu untuk dipelajari dari pandemi. Setiap negara dan setiap organisasi harus memeriksa responsnya dan belajar dari pengalamannya. WHO berkomitmen untuk transparan, akuntabilitas, dan pembenahan berkelanjutan,” kata Tedros.

Tinjauan tersebut harus mencakup tanggung jawab “semua aktor dengan itikad baik,” kata dia.

“Risiko tetap tinggi dan jalan panjang masih harus dilalui,” kata Tedros, yang mengatakan tes pendahuluan di beberapa negara menunjukkan bahwa paling banyak 20 persen populasi telah tertular penyakit ini tetapi di banyak tempat populasi yang tertular kurang dari 10 persen.

Sebuah resolusi yang dirancang oleh Uni Eropa menyerukan evaluasi independen terhadap kinerja WHO. Resolusi itu tampaknya telah memenangi dukungan konsensus di antara 194 negara bagian kesehatan.

. Antara

Loading

Comments

Baca Lainnya

Harapan Damai di Ujung Tanduk, Pembicaraan AS–Iran Terhenti di Islamabad

12 April 2026 - 13:07 WITA

Iran Kunci Selat Hormuz di Tengah Perang, Janji Dibuka Usai Konflik

11 April 2026 - 10:13 WITA

Erdogan Menang Pilpres, Pimpin Turki Hingga 2028

29 Mei 2023 - 10:12 WITA

Indonesia Bekuk Thailand 5 – 2 di Final, Raih Emas Setelah 32 Tahun

16 Mei 2023 - 23:30 WITA

Andalan Pakai Baju Adat Jadi Pembicara di Forum UNESCO

22 Februari 2023 - 14:44 WITA

Trending di Internasional