Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Dinkes Optimis 2030 Gowa Bebas Kusta

badge-check

					Dinkes Optimis 2030 Gowa Bebas Kusta Perbesar

BERITA.NEWS, Gowa – Penyakit kusta masih menjadi ancaman besar bagi Indonesia, tercatat negara kita masih berada pada peringkat ketiga di dunia bahkan di Asia berada pada posisi pertama. Setiap tahunnya ditemukan sekitar 17 hingga 20 ribu kasus kusta yang teridentifikasi.

Untuk tingkat Sulsel angka prevelansi 1/1.000 penduduk termasuk Kabupaten Gowa. Sepanjang 2019 ditemukan 108 kasus dengan prevalensi rate sebesar 10.000 penduduk 1.5 bahkan naik dari prevelansi rate tahun sebelumnya 1.4.

Melihat kondisi ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, dr Hasanuddin menegaskan bahwa Gowa menargetkan bebas kusta di tahun 2030.

“Kami ikut dalam program nasional agar Gowa bebas penyakit kusta di tahun 2030,” ujarnya pada Peringatan Hari Kusta Sedunia Tingkat Kabupaten Gowa Tahun 2020 di Desa Gentungan, Kecamatan Bajeng Barat, belum lama ini.

Menurut Kadis Kesehatan Gowa ini, tingginya angka penderita penyakit kusta di Gowa, sehingga tim Dinas Kesehatan giat untuk mencari hingga lingkungan ke bawah.

“Penyakit kusta itu bagaikan fenomena gunung es diatas terlihat sedikit tetapi di bawah banyak. Kami melakukan pencarian mulai dari sekolah hingga rumah-rumah. Karena kami bergerak mencari maka temuan kasus dilapangan bertambah,” tambahnya.

Baca Juga :  Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

Ia melanjutkan bahwa penyakit kusta ini sangat inpeksius, masa inkubasinya 4 hingga 5 tahun. “Misalnya si A penderita kusta yang berinteraksi dengan si B, maka gejala penyakit kusta si B akan muncul 4 tahun tahun kedepan. Jadi rentan waktunya memang sangat lama tapi bisa sembuh,” tambah dr Hasanuddin.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis menjelaskan dampak jangka panjang kusta bagi penderitanya.

“Penyakit kusta memang tidak mematikan, tetapi kecacatan yang ditimbulkannya akan mencuri masa depan penderitanya. Akibatnya yang bersangkutan akan menjadi beban sosial dan ekonomi bagi keluarga dan masyarakat di lingkungannya,” kata Muchlis.

Kasus penyakit ini di wilayah Gowa banyak ditemukan di dataran rendah yang padat penduduk seperti Kecamatan Pallangga, Barombong, Bajeng, Bajeng Barat, Bontonompo dan Bontonompo Selatan. Sementara untuk dataran tinggi juga ada namun persentasenya masih kecil dibanding dataran rendah.

Salah satu penderita kusta yang telah berhasil sembuh sekaligus Ketua Permata (Perhimpunan Mandiri Kusta) Kabupaten Gowa, Rahma berbagi kisah hidupnya pernah mengidap kusta.

“Saya pernah mengidap kusta dan menjalani proses pengobatan hingga dinyatakan sembuh. Dukungan dari orang-orang sekeliling menjadi penyemangat terbesar saya ingin sembuh,” demikian kisahnya.

  • Putri

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah