Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Peristiwa

Tak Tinggal Diam, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian di Balik Tewasnya Bocah 8 Tahun di Sinjai

badge-check

					Unit III/Tipidter, Piket Reskrim, serta Bhabinkamtibmas Polsek Sinjai Selatan Memasang Garis Polisi di TKP. [Foto: Ist] Perbesar

Unit III/Tipidter, Piket Reskrim, serta Bhabinkamtibmas Polsek Sinjai Selatan Memasang Garis Polisi di TKP. [Foto: Ist]

BERITA.NEWS, Sinjai — Peristiwa tragis mengguncang warga Dusun Topangka, Desa Bulu Kamase, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai. Seorang bocah berusia 8 tahun, MA, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan air bekas galian tambang.

Korban pertama kali ditemukan warga pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 18.40 WITA dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Diduga, sebelum kejadian, korban sempat bermain lumpur di area persawahan, lalu membersihkan tubuhnya di kubangan tersebut hingga akhirnya tenggelam.

Menindaklanjuti kejadian itu, aparat kepolisian dari Polres Sinjai langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 18.00 WITA.

Kegiatan tersebut melibatkan Unit III/Tipidter, Piket Reskrim, serta Bhabinkamtibmas Polsek Sinjai Selatan.

Petugas melakukan serangkaian tindakan, mulai dari pembuatan sketsa TKP, pemasangan garis polisi (police line), hingga pengambilan keterangan dari sejumlah pihak terkait guna mengungkap secara jelas kronologi kejadian.

Berdasarkan keterangan ibu kandung korban, Syamsiah (40), anaknya diduga tenggelam saat membersihkan diri setelah bermain di sekitar lokasi.

Kubangan tersebut diketahui merupakan bekas galian tambang dengan kedalaman sekitar 130 cm yang terisi air hujan.

Sementara itu, pemilik lokasi tambang, Muh. Kabir (39), menjelaskan bahwa lubang tersebut awalnya merupakan bagian dari rencana pembukaan lahan persawahan.

Baca Juga :  Tak Berkutik! Polisi Kepung Arena Sabung Ayam di Sinjai Barat, Pelaku Pasrah Diborgol

Namun, proses penggalian terhenti sejak April 2026 akibat kerusakan alat berat, sehingga lubang tersebut dibiarkan dan kemudian terisi air.

Ia juga menegaskan bahwa titik lokasi ditemukannya korban berada di luar area izin resmi usaha pertambangannya, yang bergerak di bidang penggalian batu hias dan bahan bangunan.

Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mempermasalahkan penyebab kematian.

Selain itu, keluarga juga telah menerima santunan dari pemilik tambang, termasuk bantuan biaya pemakaman.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kemungkinan adanya unsur kelalaian.

Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso, menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

“Kami masih melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk warga yang pertama kali menemukan korban. Hal ini untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, sebagaimana diatur dalam Pasal 474 ayat 3 KUHP,” ujar Iptu Agus Santoso.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar, khususnya lokasi bekas galian yang dapat menimbulkan risiko fatal, terutama bagi anak-anak.

“Kami mengingatkan kepada masyarakat dan pemilik usaha agar memastikan lokasi-lokasi berbahaya seperti bekas galian ditutup atau diberi pengamanan yang memadai, guna mencegah kejadian serupa terulang,” tambahnya.

Hingga saat ini, Polres Sinjai masih terus mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan bukti dan keterangan tambahan.

 

Penulis: Thatang

Loading

Comments

Baca Lainnya

Tenggelam di Genangan Bekas Galian Tambang, Bocah 8 Tahun di Bulukamase Sinjai Ditemukan Tak Bernyawa

7 Mei 2026 - 22:16 WITA

tenggelam

Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Jalur Bulukumba–Makassar

6 Mei 2026 - 14:30 WITA

pohon tumbang

Tragedi Senja di Jalan Sempit Selayar: Pelajar 16 Tahun Tewas Usai Tabrakan Maut dengan Truk

5 Mei 2026 - 20:18 WITA

kecelakaan

Warga Sinjai Geger! Kakek 80 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Rumah

5 Mei 2026 - 19:00 WITA

penemuan-mayat

Panas 33 Derajat, Hujan Diprediksi Hilang! El Nino Mulai Mengancam Gowa

5 Mei 2026 - 13:24 WITA

Terik matahari dengan suhu tinggi sebagai dampak awal fenomena yang memicu musim kemarau lebih panjang. Foto: Berita.news
Trending di Daerah