BERITA.NEWS, Selayar — Suasana sore yang seharusnya tenang di Dusun Baturapak, Desa Polebunging, Kecamatan Bontomanai, mendadak berubah menjadi duka mendalam. Sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawa seorang pelajar berusia 16 tahun, Senin (4/5/2026) sekitar pukul 17.30 WITA.
Peristiwa memilukan ini terjadi di jalan menanjak yang dikenal sempit dan rawan. Sepeda motor yang dikendarai korban bertabrakan keras dengan sebuah mobil truk dari arah berlawanan.

Benturan di bagian depan kendaraan tak terhindarkan, meninggalkan luka parah yang akhirnya merenggut nyawa korban.
Korban sempat dilarikan ke RS KH Hayyung dalam kondisi kritis. Namun takdir berkata lain, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
Berdasarkan keterangan awal, kecelakaan diduga dipicu oleh kondisi jalan yang sulit serta aktivitas berkendara yang berisiko. Jalur sempit di tanjakan tersebut disebut-sebut kerap menjadi titik rawan kecelakaan.
Aparat Satlantas Polres Kepulauan Selayar yang menerima laporan langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kendaraan yang terlibat, termasuk sopir truk, telah diamankan bersama sejumlah saksi untuk kepentingan penyelidikan.
Kasat Lantas Polres Kepulauan Selayar, AKP Muh. Idris, menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut. Namun ia juga menyoroti keras fakta bahwa korban merupakan pengendara di bawah umur.
“Kami masih melakukan proses penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan. Namun kami sangat menyayangkan masih adanya anak di bawah umur yang mengendarai kendaraan di jalan raya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa pihak kepolisian sebenarnya telah rutin melakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas ke sekolah-sekolah. Namun, menurutnya, upaya tersebut tidak akan maksimal tanpa dukungan orang tua.
“Kami turun langsung ke sekolah memberikan edukasi kepada pelajar. Tapi ini tidak cukup jika orang tua tetap membiarkan anaknya berkendara tanpa pengawasan,” tambahnya.
AKP Muh. Idris juga menegaskan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam mencegah kejadian serupa.
“Jangan berikan kendaraan kepada anak yang belum cukup umur dan belum memiliki kemampuan berkendara. Keselamatan harus jadi prioritas,” tegasnya.
Di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban, pihak kepolisian juga melakukan pendekatan persuasif untuk menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah potensi konflik.
Kasus ini kini masih dalam penanganan lebih lanjut. Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak—bahwa kelalaian kecil di jalan raya bisa berujung pada kehilangan yang tak tergantikan.
Penulis: Syarif
![]()





























