Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Mensos RI Kumpulkan Para Kadis Sosial se-Sulsel Ingatkan Pemuktahiran Data PKH

badge-check

					Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf usai memberikan arahan para Kepala Daerah, Kepala Dinas Sosial se-Sulsel di kantor Gubernur, didampingi Gubernur Andi Sudirman Sulaiman (dok.) Perbesar

Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf usai memberikan arahan para Kepala Daerah, Kepala Dinas Sosial se-Sulsel di kantor Gubernur, didampingi Gubernur Andi Sudirman Sulaiman (dok.)

BERITA.NEWS,Makassar- Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf mengumpulkan para Kepala Daerah dan Kepala Dinas (Kadis) Sosial se-Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur. Sabtu (18/4/2026).

Agenda ini merupakan Silaturahmi Kemensos RI dengan Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota di Sulsel bersama Pilar-pilar Sosial, seperti Tagana.

Hadir langsung Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman didampingi Kepala Dinas Sosial Abdul Malik Faisal dan para Kepala Daerah, seperti Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Maros, Wakil Bupati Pankep.

Kepada awak media Mensos RI Saifullah Yusuf mengungkapkan pihaknya saat ini terus melakukan upaya Pemuktahiran Data penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) se-Indonesia.

Olehnya data, sangat penting dukungan para operator di daerah untuk melakukan verifikasi data terkait data tersebut. Apalagi saat ini Kemensos RI telah menonaktifkan 11 juta data hasil Pemuktahiran.

“Jadi 11 juta yang data PKH itu pasti hasil pemutahhiran dan itu setiap 3 bulan kami terima. Karena salur kita itu kan triwulanan. Jadi setiap 3 bulan sekali kita menyalurkan,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemprov Kebut Pengaspalan Ruas Aroepala Malam Hari, Atasi Keluhan Debu

Gus Ipul sapaan akrab Mensos RI mengaku tiap tahun kuota alokasi PKH selalu ada, meskipun dilakukan penghapusan akan ada yang masuk untuk mereka yang lebih berhak.

“Alokasinya tetap ya. Ini yang perlu saya tegaskan, alokasinya tetap. Kalau kita hapus 11 jura kita memasukkan lagi 11 juta kepada mereka yang lebih berhak. Jadi tidak dihilangkan, alokasinya tetap,” sebutnya.

Meski begitu, bagi masyarakat yang telah terhapus sebagai penerima PKH namun kondisi keluarga belum membaik, maka bisa mengajukan usul sanggah.

“Masih kita beri kesempatan lewat RT/RW tadi, lewat kelurahan. Ya reaktifasi untuk bisa usul sanggah. Kita beri kesempatan untuk memberikan masukan itu, dan lewat salurannya kan banyak tadi sudah saya sampaikan kan.

Silahkan. Lewat dinsos bisa, lewat kelurahan bisa. Lewat aplikasi bisa. Lewat command center kita bisa. Jadi boleh,” ungkapnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Pemprov Kebut Pengaspalan Ruas Aroepala Malam Hari, Atasi Keluhan Debu

18 April 2026 - 09:36 WITA

Hari Jadi ke-66, Gubernur Sulsel Dorong Parepare Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

14 April 2026 - 14:24 WITA

Hari Jadi Enrekang ke 66, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp 10 M: Sejahterakan Masyarakat 

14 April 2026 - 08:13 WITA

Pengadaan Randis Lexus LM Sesuai Aturan dan Berbasis Efisiensi Aset

12 April 2026 - 05:51 WITA

UPT Jasa Layanan Kearsipan Sulsel Dorong Literasi Arsip Lewat Pameran Edukasi 

10 April 2026 - 15:31 WITA

Trending di Pemprov Sulsel