Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

NTB

FSA 2025 Lestarikan Budaya Lokal “Kango Kadodo Wera”

badge-check

					FSA 2025 Lestarikan Budaya Lokal “Kango Kadodo Wera” Perbesar

BERITA.NEWS, Bima –  Berbagai lomba dilaksanakan pada event Festival Sangiang Api (FSA) tahun 2025. Salah satunya adalah lomba Kango Kadodo Wera (Mengaduk Dodol Wera).

Lomba itu berlangsung di sekitar area gedung serbaguna guna Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima.

Pantauan pada Minggu 3 Agustus 2025, tampaknya para peserta sangat antusias melaksanakan tugas mereka masing-masing.

Mereka terus mengaduk adonan yang telah disiapkan hingga matang. Selain itu, tampak juga masyarakat menyaksikan perlombaan yang menjaga tradisi budaya Wera tersebut.

Salah satu peserta yang ikut dalam perlombaan kango kadodo wera adalah Desa Ntoke.

Kepala Desa Ntoke Muhidin mengaku senang karena pihaknya ikut partisipasi dalam event Festival Sangiang Api.

“Alhamdulillah pada hari ini kami dari Desa Ntoke ikut berpatisipasi dalam lomba Kango Kadodo Wera,” kata Muhidin kepada RRI Bima, Minggu (03/08/2025).

Muhidin menjelaskan Kadodo Wera merupakan salah satu ciri khas daerah yang terus dijaga dengan baik. Kadodo Wera memiliki citarasa yang berbeda dan tentunya diharapkan bisa terus berkembang hingga nasional.

“Di Festival Sangiang Api 2025 sangat luar biasa dan kami berharap Kadodo Wera bisa terkenal sampai ke nasional nantinya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Wera Nusantara (IKRA) Prof Muhtar mengaku senang dengan antusias masyarakat yang hadir dalam Festival Sangiang Api.

“Antusias masyarakat sangat bagus. Awalnya saya hanya target 5 ribuan orang akan tetapi yang hadir sangat banyak,” terang Prof Muhtar.

Terkait lomba Kango Kadodo Wera, Prof Muhtar mengakui bahwa ini merupakan ciri khas atau identitas masyarakat Wera.

“Kadodo Wera adalah ciri khas dan akan terus dijaga kedepannya,” bebernya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Hilirisasi Smelter PT AMNT Mandek, Emas Melayang: PW SEMMI NTB Bongkar Dugaan Pelanggaran

5 April 2026 - 11:30 WITA

Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan, Ipemi Bagi Sembako untuk Warga

26 Februari 2026 - 13:38 WITA

Pasar Murah, Lurah Panggi: Ini Sangat Membantu Warga

12 Februari 2026 - 12:24 WITA

Insiden di Wadukopa, Camat Soromandi Dukung Aksi Protes Warga Asal Tidak Anarkis

29 Januari 2026 - 19:48 WITA

Gaji Tidak Dibayar, Dosen Unswa Melakukan Unjuk Rasa 

21 Januari 2026 - 13:25 WITA

Trending di NTB