Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

NTB

Insiden di Wadukopa, Camat Soromandi Dukung Aksi Protes Warga Asal Tidak Anarkis

badge-check

					Insiden di Wadukopa, Camat Soromandi Dukung Aksi Protes Warga Asal Tidak Anarkis Perbesar

BERITA.NEWS, Bima – Aksi protes warga terhadap Pemerintah Desa (Pemdes) Wadukopa, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima berbuntut panjang.

Aksi itu pun berujung pada persoalan hukum. Pemicunya karena massa aksi diduga kuat melakukan pengerusakan terhadap fasilitas pemdes setempat.

Aksi protes warga hingga mengakibatkan kerusakan fasilitas pemdes setempat, disikapi serius oleh Camat Soromandi, Julkifli.,SH.,M.Hum. Salah satu Putra terbaik Donggo-Soromandi ini dengan tegas menyatakan sangat mendukung aksi protes warga asalkan tidak anarkis.

Saya sangat mendukung aksi demonstrasi warga, selama itu dilakukan atau disampaikan secara baik-baik, santun dan beretika,” ujar mantan Kasubag Hukum Pemkab Bima Kamis (29/01/2026).

Meski demikian akan tetapi Camat menyesalkan aksi anarkis massa hingga mengakibatkan kerusakan fasilitas pemdes. Menurutnya, tindakan semacam itu bukan solusi tapi justeru menciptakan masalah diatas masalah.

“Harusnya dibicarakan secara baik-baik dan bijak, terlebih itu antara pemdes dengan warga. Tepatnya warga dan pemdes duduk bersama, bersama – sama mencarikan solusi untuk menuntaskan masalah. Saya kira itu jauh lebih cerdas daripada melakukan tindakan anarkis,” tegasnya.

Terkait sikap Pemdes yang lebih memilih melaporkan dugaan pengrusakan fasilitas pemerintah ke Polisi, camat terkesan enggan menanggapi terlalu jauh. Sebab hal itu merupakan hak Pemdes setempat.

“Itu hak mereka, tapi saran saya alangkah baiknya diselesaikan secara baik-baik, sikapi dengan kepala dingin, arif dan bijaksana.

Sebenarnya tidak ada masalah yang bisa diselesaikan, itu cara warga/ masyarakat membangun, jadikan motivasi juga cambuk untuk berbenah menuju ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Tapi itu tergantung cara menyikapinya.

“Mudah-mudahan ada titik temunya. Sekali lagi saya berharap agar disampaikan dan dibicarakan secara baik-baik, sopan dan beretika dengan mengedepankan rasa dan nilai-nilai kemanusiaan,” harapnya.

 

Loading

Comments

Baca Lainnya

Hilirisasi Smelter PT AMNT Mandek, Emas Melayang: PW SEMMI NTB Bongkar Dugaan Pelanggaran

5 April 2026 - 11:30 WITA

Tebar Kepedulian di Bulan Ramadan, Ipemi Bagi Sembako untuk Warga

26 Februari 2026 - 13:38 WITA

Pasar Murah, Lurah Panggi: Ini Sangat Membantu Warga

12 Februari 2026 - 12:24 WITA

Gaji Tidak Dibayar, Dosen Unswa Melakukan Unjuk Rasa 

21 Januari 2026 - 13:25 WITA

Danposramil Palibelo Ajak Siswa SDN 2 Ntonggu Keliling Desa dengan Mobil Maung

20 Januari 2026 - 12:07 WITA

Trending di NTB