Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Dinkes Sinjai Klaim 2023 Kasus HIV Turun Drastis, Penderita Terbanyak 18 Tahun Keatas

badge-check

					Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr Emmy Kartahara Malik. (Foto: Ist) Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr Emmy Kartahara Malik. (Foto: Ist)

BERITA.NEWS, Sinjai – Jumlah kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan pada tahun 2023 mencapai 34 orang.

Jumlah kasus tersebut turun dari tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2022 jumlah kasus terdapat 59 orang.

Data tersebut diperoleh BERITA.NEWS, Senin (22/4/2024) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, dr Emmy Kartahara Malik membeberkan dari jumlah tersebut mengalami penurunan kasus.

“Alhamdulillah, tahun 2023 jumlah kasus turun signifikan dibanding tahun 2022,” bebernya.

dr Emmy menyebut usia rata-rata penderita tertinggi dari 18 tahun keatas, selebihnya usia dibawah 18 tahun.

“Tahun 2022, usia 0-18 tahun ada 4 orang, 18 tahun keatas 54 orang. Sementara di Tahun 2023, usia 0 – 18 tahun 3 orang dan diatas 18 tahun sebanyak 31 orang,” sebutnya.

Baca Juga :  Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

Ia mengklaim bahwa dari jumlah penderita yang didapatinya, itu didominasi dari penduduk Sinjai yang berdomisili luar wilayah.

“Tahun 2022 itu ada 23 orang, sedangkan 2023 sebanyak 9 orang. Selebihnya tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Sinjai,” beber dr Emmy.

dr Emmy menjelaskan bahwa gejala klinis HIV itu tidak nampak, nanti ketika masuk ke tahap AIDA baru kelihatan.

“Gejala klinis HIV itu tidak nampak, jadi seperti orang normal saja,” jelasnya.

Apabila masuk ke tahap AIDS kata dr Emmy itu baru nampak gejalanya dan dirasakan langsung oleh si penderita

“Gejalanya itu, daya tahan tubuh sudah menurun dan kemungkinan sudah ada penyakit penyerta,” ujarnya.

Pihak Dinkes Sinjai terus aktif melakukan sosialisasi pencegahan serta skrinning ke masyarakat yang beresiko.

“Populasi beresiko itu seperti ibu hamil, penderita TBC, kelompok LGBT pekerja seks komersil, warga binaan lembaga pemasyarakatan, dan sopir antar kota,” ungkapnya.

Olehnya itu, dr Emmy menyarankan agar menghindari perilaku tidak sehat serta menyimpang.

“Misalnya berhubungan dengan yang bukan pasangan, tidak menggunakan jarum suntik narkoba yang beramai-ramai, tidak berganti-ganti pasangan,” imbuhnya.

 

Penulis: Syarif

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah