Awal Tahun dengan Nurani, Taruna Ikrar Menanam Pohon dan Memastikan Obat Aman bagi Masyarakat

BERITA.NEWS, Kalsel — Mengawali tahun 2026 dengan semangat pengabdian dan kepedulian, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, melakukan penanaman pohon sekaligus kunjungan ke instalasi farmasi di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Taruna Ikrar didampingi Staf Khusus BPOM RI Hj. Nor Arina Arsyad, dr. Wachyudi Muchsin, serta keluarga besar BPOM Banjarbaru. Kehadiran jajaran BPOM ini mencerminkan semangat kebersamaan dan soliditas organisasi dalam mengawal agenda kesehatan dan kemanusiaan sejak awal tahun.

Kegiatan penanaman pohon menjadi simbol komitmen BPOM dalam membangun pengawasan obat dan makanan yang tidak hanya kuat secara regulasi, tetapi juga berakar pada nilai keberlanjutan lingkungan. Aksi ini dimaknai sebagai ikhtiar jangka panjangmenjaga alam sekaligus menanam harapan bagi generasi mendatang.

Lebih dari itu, rangkaian kegiatan ini juga merefleksikan konsep ABG (Academia, Business, Government) yang secara konsisten digaungkan Taruna Ikrar sebagai fondasi pembangunan ekosistem kesehatan nasional.

Dalam perspektif ABG, pemerintah hadir sebagai pengarah kebijakan dan penjamin keselamatan publik; akademisi sebagai sumber ilmu pengetahuan dan inovasi berbasis sains; serta dunia usaha sebagai penggerak ekonomi dan kemandirian industri kesehatan.

“Pengawasan obat dan makanan tidak bisa berjalan sendiri. Ia membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia akademik, dan pelaku usaha agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Taruna Ikrar di sela kegiatan.

Selain aksi lingkungan, Taruna Ikrar meninjau langsung instalasi farmasi daerah untuk memastikan ketersediaan, keamanan, dan mutu obat bagi masyarakat.

Kunjungan ini juga menjadi momentum mengunjugi instalasi farmasi rumah sakit marina permata batulicin dengan paramedis, sekaligus penguatan tata kelola instalasi farmasi agar selaras dengan semangat ABG berbasis sains, mendukung pelayanan publik, dan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Batulicin dipilih sebagai salah satu titik awal agenda kerja 2026 karena perannya sebagai pusat layanan publik dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Tanah Bumbu.

Melalui pendekatan ABG, BPOM mendorong daerah untuk tidak hanya menjadi pengguna kebijakan, tetapi juga bagian aktif dari ekosistem pengawasan obat dan makanan yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.

Mengawali tahun 2026 dengan langkah nyata, BPOM di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar meneguhkan pesan bahwa kolaborasi, kepedulian lingkungan, dan keselamatan kesehatan rakyat adalah tiga pilar yang berjalan beriringan menjulang dalam visi, membumi dalam aksi, dan mengakar kuat melalui semangat ABG.

Comment