Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Kesehatan

WHO Peringatkan Sulit Bicara Bisa Jadi Gejala Serius Infeksi Corona

badge-check

					Beberapa gejala lain yang mengindikasikan perburukan virus Corona. (Foto: BBC Magazine) Perbesar

Beberapa gejala lain yang mengindikasikan perburukan virus Corona. (Foto: BBC Magazine)

BERITA.NEWS, Jakarta – Sulit berbicara bisa menjadi salah satu gejala yang serius dari infeksi virus Corona COVID-19, para ahli memperingatkan.

Saat ini disebutkan bahwa batuk dan demam menjadi tanda awal kemunculan COVID-19. Namun belakangan, beberapa pasien mengeluhkan kondisi lain, seperti sulit berbicara.

Mengutip Detikcom, pakar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut siapapun yang mengalami kesulitan berbicara disertai dengan tak bisa bergerak harus segera mengunjungi dokter.

“Kebanyakan orang yang terinfeksi COVID-19 akan mengalami penyakit pernapasan ringan sampai sedang dan sembuh tanpa memerlukan perawatan khusus. Gejala serius: sulit bernapas atau sesak napas disertai dengan nyeri dada, kehilangan kemampuan berbicara dan bergerak,” sebut pakar WHO dikutip dari Mirror.

“Segera cari pertolongan medis jika Anda memiliki gejala serius. Selalu menelepon sebelum Anda mengunjungi fasilitas kesehatan,” lanjutnya.

Kesulitan bicara ini juga menjadi tanda kondisi psikologis yang dialami pasien virus Corona. Para peneliti di Orygen dan La Trobe University, Melbourne, memperingatkan bahwa virus Corona menyebabkan episode psikotik pada beberapa pasien.

“COVID-19 adalah pengalaman yang menegangkan bagi semua orang, terutama mereka yang mengalami masalah kesehatan mental yang kompleks,” kata Dr Ellie Brown, penulis utama studi.

Selain kesulitan berbicara, pasien yang memiliki masalah mental juga dilaporkan mengalami gejala psikotik seperti halusinasi.

Sementara gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan sudah terfokus untuk penyelesaiannya di tengah pandemi, para peneliti berharap temuan mereka akan mendorong studi lebih lanjut ke kondisi kesehatan yang lebih parah seperti psikosis.

Loading

Comments

Baca Lainnya

ecoCare Pest Control Solusi Kendalikan Hama Pengganggu Struktur Bangunan

19 Februari 2026 - 19:59 WITA

Pertamina Luncurkan CANDI POSITIF untuk Warga Pesisir Bitung

10 Februari 2026 - 09:32 WITA

ecoCare Hygiene Hadirkan Layanan dan Produk Sanitasi Lingkungan Bisnis Modern

4 Februari 2026 - 16:26 WITA

Awal Tahun dengan Nurani, Taruna Ikrar Menanam Pohon dan Memastikan Obat Aman bagi Masyarakat

2 Januari 2026 - 15:02 WITA

Kanker Serviks Tewaskan Dua Perempuan per Jam: BPOM–Korpri Gerakkan Satu Juta Vaksinasi HPV untuk ASN Seluruh Indonesia

11 Desember 2025 - 20:36 WITA

Trending di Kesehatan