Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Waspada! Anak-anak Usia di Bawah 20 Tahun Juga Banyak Kena Covid-19

badge-check

					Dialog interaktif yang membahas penanganan Covid-19, di Radio Kartini FM Jepara, Rabu (2/6/2021). Perbesar

Dialog interaktif yang membahas penanganan Covid-19, di Radio Kartini FM Jepara, Rabu (2/6/2021).

BERITA.NEWS, Jepara – Virus corona atau Covid-19 masih mengancam. Masyarakat di Jepara, Jawa Tengah, pun diminta lebih waspada terhadap peningkatan jumlah kasus yang menyerang sistem pernapasan ini.

Ketua Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jepara dr Fakhrudin mengatakan, kenaikan kasus tersebut merupakan awal pendakian kasus yang ada di Kota Ukir.

Hal itu dikatakan Fakhrudin dalam dialog interaktif di Radio Kartini FM Jepara, Rabu (2/6/2021).

Menurutnya, data kasus Covid pada Selasa (1/6/2021) malam, terdeteksi 124 orang terkonfirmasi positif Covid. Sementara, tiga hari sebelumnya pernah mencapai angka 141 kasus positif dalam sehari.

Tidak hanya angka kasusnya yang cukup tinggi, tapi angka postivity rate atau angka yang menunjukkan seberapa besar orang terinfeksi virus corona di dalam sebuah populasi juga tinggi.

“Angka postivity rate di Jepara, di atas 30 persen. Padahal standar WHO postivity rate di atas angka lima persen dikatakan belum terkendali,” jelasnya.

Selain itu, juga muncul adanya kenaikan angka kematian karena Covid-19. Angka kematian nasional sebesar tiga persen, sedangkan di Jepara sebesar enam persen melebihi angka nasional. Ironisnya, kematian juga menimpa mereka yang masih berada di usia muda.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

“Artinya banyak kematian yang disebabkan komorbid (penyakit penyerta). Namun, sekarang usia muda di bawah 40 tahun banyak yang meninggal karena Covid. Lebih dalam lagi, anak-anak di bawah 20 tahun banyak terkonfirmasi Covid-19,” ujar Fakhrudin.

Karena itu, dia meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Apalagi, penularannya melalui saluran pernafasan. Namun, selama bisa membentengi diri, masyarakat akan terhindar dari Covid-19.

Masyarakat pun diminta untuk selalu menaati protokol kesehatan (prokes), seperti mencuci tangan, memakai masker saat beraktivitas, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas.

“Jika kita tidak dapat mengantisipasi dengan baik, bisa sama seperti Kabupaten Kudus. Namun, kita harus optimis jika dalam waktu satu hingga dua minggu ini bisa saling menjaga, dan muncul kesadaran masyarakat, kondisinya akan membaik,” tegasnya.

Sementara itu Wakil Ketua III IDI Cabang Jepara dr Aton Brilianto, menyoroti kesadaran masyarakat untuk menerapkan protokol Covid semakin berkurang. Dalam setiap pertemuan di tingkat warga, mereka banyak yang abai dan melupakan protokol kesehatan.

“Sekarang orang pakai masker itu malah dinilai aneh. Padahal itu yang betul. Untuk itu, kita perlu mengubah mindset masyarakat, juga sosialiasi massif,” ujar Aton Brilianto.

  • Yon

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah