Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Bulukumba

Warga Sinjai dan Bulukumba Keluhkan Tidak Adanya Tugu Perbatasan di Jalan Poros Nasional

badge-check

					Jalan Poros Nasional Sinjai-Bulukumba. (Foto: Pribadi) Perbesar

Jalan Poros Nasional Sinjai-Bulukumba. (Foto: Pribadi)

BERITA.NEWS, BULUKUMBA – Sejumlah warga dari Kabupaten Sinjai dan Bulukumba mengeluhkan tidak adanya tugu perbatasan yang menandai batas wilayah kedua kabupaten di sepanjang jalan poros nasional yang menghubungkan keduanya. Kamis (17/4/2025).

Kondisi ini dinilai membingungkan, terutama bagi para pendatang atau pengguna jalan yang melintasi wilayah dua kabupaten tersebut.

Ketiadaan tugu perbatasan ini juga dianggap sebagai bentuk kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap identitas dan batas administratif wilayah masing-masing.

“Kami sebagai warga tidak tahu pasti di mana perbatasan yang sebenarnya. Harusnya ada penanda resmi, minimal tugu atau papan informasi,” ujar Arman, seorang warga Kecamatan Bulupoddo, Sinjai.

Hal senada juga disampaikan oleh Mita Nuryanti, mahasiswa asal Kabupaten Bulukumba.

Ia mengatakan bahwa perbatasan yang jelas sangat penting tidak hanya sebagai identitas wilayah, tapi juga untuk pengelolaan administrasi dan pelayanan publik yang lebih baik.

Baca Juga :  55 Anggota BPD di Bulukumba Dilantik, Andi Utta Langsung Beri Peringatan Keras: Ini Bukan Jabatan Main-Main

Sejauh ini, belum ada upaya nyata dari pemerintah daerah baik dari pihak Sinjai maupun Bulukumba untuk membangun tugu atau penanda batas wilayah.

Padahal menurutnya, tugu perbatasan juga bisa menjadi elemen estetika serta ikon kebanggaan antar daerah.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) Dr. Abd Haris, S.Sos, M.Si, menyatakan bahwa tugu perbatasan seharusnya menjadi bagian dari rencana tata ruang wilayah, Menjadi acuan dalam penyusunan data dan peta wilayah administratif.

“Selain aspek administratif, penanda batas juga memiliki nilai sosial dan kultural. Ini bisa menjadi simbol kerjasama antarwilayah, bukan sekadar batas,” jelasnya.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti keluhan ini dengan berkoordinasi antar kabupaten guna membangun tugu perbatasan yang representatif.

Langkah ini dinilai penting untuk memperjelas batas wilayah dan memperkuat identitas daerah.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Tak Ada Ampun! Petugas Lapas Bulukumba Bersumpah Perangi Halinar, Razia Besar Digelar

8 Mei 2026 - 19:04 WITA

razia

55 Anggota BPD di Bulukumba Dilantik, Andi Utta Langsung Beri Peringatan Keras: Ini Bukan Jabatan Main-Main

8 Mei 2026 - 18:37 WITA

pelantikan

Lapas Makassar Diguncang Sidak! Handphone Ilegal dan Narkoba Jadi Target

6 Mei 2026 - 15:36 WITA

warga binaan

23 WBP Lapas Bulukumba Terima KTP-el, Hak Administrasi Tetap Dijamin

6 Mei 2026 - 15:23 WITA

warga binaan

Fakta Baru Terungkap di Lapas Bulukumba! Napi yang Disebut Kendalikan Sabu di Mamuju Ternyata Sudah Dipindahkan

4 Mei 2026 - 22:12 WITA

narkoba
Trending di Bulukumba