Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Wagub Sulsel Sebut Ekonomi Syariah Sudah Jadi Euforia di Semua Sektor, Khususnya Perbankan

badge-check

					Wagub Sulsel Andi Sudirman jadi Keynote speaker Webinar Edukasi Ekonomi Syariah. Perbesar

Wagub Sulsel Andi Sudirman jadi Keynote speaker Webinar Edukasi Ekonomi Syariah.

BERITA.NEWS, Makassar – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman menjadi keynote speaker dalam Webinar Edukasi Ekonomi Syariah yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.

Dengan mengusung tema “Peran Wakaf Produktif Dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat”, kegiatan ini diikuti sekitar 60 partisan melalui aplikasi zoom dari mahasiswa Universitas Hasanuddin yang mendapatkan beasiswa dari Bank Indonesia.

Andi Sudirman yang juga sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi syariah (MES) Sulsel ini menyampaikan, melihat fenomena saat ini ekonomi syariah menjadi euforia.

“Seperti pada sektor perbankan telah menerapkan ekonomi syariah,” ujarnya.

Terlebih lagi, kata dia, pasar di Indonesia yang notabene mayoritas penduduknya beragama Islam. Selain itu, potensi ekonomi syariah juga bisa dilihat pada industri perhotelan.

“Misalnya hotel-hotel di Makassar. Melihat potensi ekonomi syariah, maka melakukan sertifikasi halal direstoran mereka untuk jaminan produk dan kepuasan pelanggan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemprov Kebut Pengaspalan Ruas Aroepala Malam Hari, Atasi Keluhan Debu

Menurutnya, sertifikasi label halal pada restoran, bukan hanya dilihat dalam pendekatan agama semata. “Lebih kepada dunia bisnis dalam pendekatan memberikan kepuasan kepada pelanggan,” kata Andi Sudirman.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Bambang Kusmiarso mengatakan, bahwa sistem ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang menjunjung dorongan usaha dan transparansi.

“Berbagai negara telah menerapkan (ekonomi) syariah. Karena memberikan kemaslahatan, kemajuan, dan prinsip rahmatan lil alamin,” jelasnya.

Saat ini, kata Bambang, pengembangan wakaf bukan hanya berbentuk properti, namun juga dengan keuangan.

“Terjadinya paradigma pengembang wakaf menjadi instrumen pengembangan ekonomi,” ujarnya..

Untuk Provinsi Sulawesi Selatan dengan kurang lebih 9 juta jiwa dengan mayoritas dari masyarakat muslim. 50 persen masyarakat Sulsel berwakaf dengan uang.

“Misalkan setiap orang wakaf Rp 10 ribu. Dalam sebulan bisa mencapai Rp 39 miliar atau setengah triliun per tahun,” sebutnya.

. Andi Khaerul

Loading

Comments

Baca Lainnya

Mensos RI Kumpulkan Para Kadis Sosial se-Sulsel Ingatkan Pemuktahiran Data PKH

18 April 2026 - 20:52 WITA

Pemprov Kebut Pengaspalan Ruas Aroepala Malam Hari, Atasi Keluhan Debu

18 April 2026 - 09:36 WITA

Hari Jadi ke-66, Gubernur Sulsel Dorong Parepare Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

14 April 2026 - 14:24 WITA

Hari Jadi Enrekang ke 66, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp 10 M: Sejahterakan Masyarakat 

14 April 2026 - 08:13 WITA

Pengadaan Randis Lexus LM Sesuai Aturan dan Berbasis Efisiensi Aset

12 April 2026 - 05:51 WITA

Trending di Pemprov Sulsel