Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

UPDATE: Tambah 1.525, Kasus Covid-19 Indonesia Lewati Angka Psikologis 100.000

badge-check

					Ilustrasi - Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. ANTARA/Shutterstock/am. Perbesar

Ilustrasi - Peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona. ANTARA/Shutterstock/am.

BERITA.NEWS, Jakarta – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyatakan kasus positif COVID-19 di Indonesia per 27 Juli 2020 telah melewati angka psikologis yaitu 100 ribu kasus atau tepatnya 100.303 kasus.

“Pada hari ini kasus mencapai 100.303. Hari ini bangsa Indonesia mencapai angka yang secara psikologis cukup berarti, yaitu 100 ribu dan mengingatkan semua pihak Indonesia masih dalam kondisi krisis,” kata Wiku di Kantor Presiden Jakarta, Senin (27/7/2020).

Terdapat penambahan kasus sebanyak 1.525 kasus per 27 Juli 2020. Sedangkan tercatat telah ada 58.173 orang pasien yang sembuh dan yang masih dalam perawatan ada 37.292 orang sementara yang meninggal dunia adalah 4.838 orang.

“Untuk itu kita perlu tetap waspada. Masalah ini tetap berada di Indonesia dan seluruh belahan dunia,” ungkap Wiku.

Menurut Wiku, bila kasus positif COVID-19 dibandingkan per 1 juta penduduk, maka Indonesia berada di posisi ke-142 dari 215 negara di dunia, sedangkan bila dibandingkan dengan negara-negara Asia, Indonesia berada di posisi ke-28 dari dari 49 negara di Asia.

“Kondisi ini tidak serta merta mengatakan Indonesia aman tapi masih dalam krisis dan kita tidak boleh lengah dalam menghadapi kondisi COVID-19 ini,” tegas Wiku.

Berdasarkan data, menurut Wiku angka pertambahan positif dan sembuh hampir sama banyaknya yaitu bertambah kasus positif 1.525 dan bertambah pasien yang sembuh sebanyak 1.518 orang.

“Hal ini bisa dilihat bahwa harusnya kita harus mampu membuat kasus sembuh lebih banyak lagi dibanding yang terkonfirmasi positif tapi paling tidak kita bisa mencapai angka yang sama. Ini target kita bersama terutama tenaga kesehatan agar dapat menangani lebih baik dan bila pasiennya kondisi lebih baik maka kesembuhan bisa ditingkatkan,” ungkap Wiku.

Selanjutnya data Satgas Penanganan COVID-19 menunjukkan kasus meninggal per 27 Juli 2020 terus menurun yaitu sebanyak 57 kasus menjadi total 4.838 orang.

“Ini tanda baik dan harus tetap dijaga karena nyawa manusia adalah sesuatu yang tidak bisa kita tinggalkan, ini adalah hal sangat penting untuk dijaga seperti pesan Presiden hari ini bahwa kita harus menekan kasus meninggal serendah-rendahnya dan meningkatkan kesembuhan setinggi-tingginya dan mengendalikan kasus positif baru secepat-cepatnya dan ini target kita bersama di Indonesia. Kami mohon kerja sama semua pihak agar tercapai baik,” tambah Wiku.

Hingga Senin (27/7) kasus positif COVID-19 ini sudah menyebar di seluruh 34 provinsi di Indonesia dengan daerah terbanyak positif yaitu Jawa Timur (20.539), DKI Jakarta (19.125), Sulawesi Selatan (8.881), Jawa Tengah (8.412), Jawa Barat (6.039), Kalimantan Selatan (5.656), Sumatera Utara (3.390), Sumatera Selatan (3.251), Bali (3.157), Papua (2.889), Sulawesi Utara (2.263), Nusa Tenggara Barat (1.903), Banten (1.738), Kalimantan Tengah (1.632).

. ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

OJK Perkuat GRC untuk Jaga Stabilitas Sistem Keuangan di Tengah Risiko Global

9 April 2026 - 08:30 WITA

Trending di Nasional