Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

TP PKK Sulsel Gelar Khitan Massal untuk Anak Down Syndrome

badge-check

					TP PKK Sulsel Gelar Khitan Massal untuk Anak Down Syndrome Perbesar

BERITA.NEWS,Makassar– Tim Penggerak (TP) PKK Sulsel menggelar khitanan massal untuk anak dengan down syndrome, Selasa, (29/8/2023).

Khitanan massal gratis ini di empat Rumah Sakit (RS) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan.

Ketua Pokja IV TP PKK Sulawesi Selatan, Drg Aisyah Ahmad, mengatakan, khitan massal untuk anak down syndrome ini sudah terlaksana dua tahun.

Adapun tahun ini, di 4 RS milik pemerintah provinsi. Yakni di RSUD Haji, RSKD Dadi, RSUD Sayang Rakyat, dan RSUD Labuang Baji.

“Kita memang concern ke anak-anak. Selain khitan ini, kita juga lakukan operasi bibir sumbing di 24 kabupaten kota dan sudah berlangsung tiga tahun,” ungkapnya.

“Untuk khitan down syndrome ini kali kedua, kita masih fokus di Kota Makassar dulu dan sekitarnya. Pasiennya itu yang domisili Makassar dan sekitarnya,” sambungnya.

Baca Juga :  Mensos RI Kumpulkan Para Kadis Sosial se-Sulsel Ingatkan Pemuktahiran Data PKH

Aisyah menuturkan, khitan massal anak down syndrome ini juga bekerjasama dengan Komunitas Orangtua Anak Down Syndrome (KOADS).

KOADS menyiapkan data sasaran, kemudian PKK Sulsel melalui Pokja IV yang memfasilitasi ke rumah sakit untuk pelaksanaan khitannya.

“Anak dengan down syndrome ini tidak sama dengan anak-anak pada umumnya. Kalau anak pada umumnya hanya butuh anestesi lokal, tapi anak dengan down syndrome butuh anestesi umum,” ungkapnya.

Anak dengan down syndrome, kata Aisyah, sebelum khitan harus diperiksa lab lengkap dan foto thoraks karena dibutuhkan untuk anestesi umum.

“Jadi, mereka khitan itu masuknya ke rumah sakit sehari sebelumnya, karena mereka harus diperiksa lab lengkap,” imbuhnya.

Dalam giat ini, empat anak yang mendaftar ditunda pelaksanaan khitannya karena menderita demam dan batuk.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Mensos RI Kumpulkan Para Kadis Sosial se-Sulsel Ingatkan Pemuktahiran Data PKH

18 April 2026 - 20:52 WITA

Pemprov Kebut Pengaspalan Ruas Aroepala Malam Hari, Atasi Keluhan Debu

18 April 2026 - 09:36 WITA

Hari Jadi ke-66, Gubernur Sulsel Dorong Parepare Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

14 April 2026 - 14:24 WITA

Hari Jadi Enrekang ke 66, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp 10 M: Sejahterakan Masyarakat 

14 April 2026 - 08:13 WITA

Pengadaan Randis Lexus LM Sesuai Aturan dan Berbasis Efisiensi Aset

12 April 2026 - 05:51 WITA

Trending di Pemprov Sulsel