Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Kesehatan

Ternyata, Pasien Corona Tanpa Gejala Juga Bisa Alami Kerusakan Paru

badge-check

					Ilustrasi. Tak hanya pada paru-paru, virus corona juga ditemukan menyerang saluran pencernaan. (iiStockphoto/TLFurrer) Perbesar

Ilustrasi. Tak hanya pada paru-paru, virus corona juga ditemukan menyerang saluran pencernaan. (iiStockphoto/TLFurrer)

BERITA.NEWS, Jakarta – Virus Corona menimbulkan gejala yang beragam pada tiap pasien. Beberapa mungkin hanya mengidap kondisi ringan namun lainnya lebih buruk sehingga harus mendapat bantuan oksigen atau ventilator.

Tapi ada beberapa kelompok yang tidak menunjukkan gejala COVID-19 sama sekali saat terinfeksi yang disebut pasien asimptomatik atau orang tanpa gejala (OTG). Meski tampak ‘sehat’, sebuah pemeriksaan menunjukkan banyak OTG memiliki kerusakan paru jangka panjang sama seperti pasien dengan kondisi parah.

Dikutip dari Medical Daily, para ilmuwan di Scripps Research Institute menemukan penemuan mengejutkan bahwa OTG, yang tidak menunjukkan gejala Corona, juga berisiko mengalami kerusakan paru-paru yang fatal.

Mereka mengetahui ini setelah memeriksa CT Scan pasien COVID-19 tanpa gejala dari kapal pesiar Diamond Princess. Peneliti juga memperhatikan bahwa pasien OTG ini mengalami kerusakan paru yang cukup parah walau tak menunjukkan gejala sama sekali.

Sementara itu, pemeriksa medis Pinellas dan Pasco County, Dr. Jon Thogmartin baru-baru ini mengungkapkan betapa buruknya COVID-19 merusak paru pasien yang mengidap kondisi berat Corona.

“Aku benar-benar tidak tahu bagaimana mengatakannya tanpa menjadi mengerikan. Itu bisa menghancurkan paru-paru. Biarkan saya katakan saja. Ketika orang tersebut meninggal, Anda melihat paru-parunya tidak terasa dan terlihat seperti paru-paru lagi,” jelas Thogmartin yang menggambarkan kondisi paru pemeriksaan post-mortem pada pasien COVID-19, mengutip Detikcom.

Meski demikian pemeriksa mengatakan ini tidak berarti semua pasien OTG akan mengidap kerusakan paru jangka panjang. Namun kondisi tersebut adalah sesuatu yang harus diwaspadai.

Awal tahun ini, Johns Hopkins Medicine membahas secara menyeluruh efek virus Corona pada paru-paru. Para ahli di Johns Hopkins Bayview Medical Center mengatakan COVID-19 dapat menyebabkan pneumonia dan sindrom pernapasan akut pada pasien.

Loading

Comments

Baca Lainnya

ecoCare Pest Control Solusi Kendalikan Hama Pengganggu Struktur Bangunan

19 Februari 2026 - 19:59 WITA

Pertamina Luncurkan CANDI POSITIF untuk Warga Pesisir Bitung

10 Februari 2026 - 09:32 WITA

ecoCare Hygiene Hadirkan Layanan dan Produk Sanitasi Lingkungan Bisnis Modern

4 Februari 2026 - 16:26 WITA

Awal Tahun dengan Nurani, Taruna Ikrar Menanam Pohon dan Memastikan Obat Aman bagi Masyarakat

2 Januari 2026 - 15:02 WITA

Kanker Serviks Tewaskan Dua Perempuan per Jam: BPOM–Korpri Gerakkan Satu Juta Vaksinasi HPV untuk ASN Seluruh Indonesia

11 Desember 2025 - 20:36 WITA

Trending di Kesehatan