Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Hukum dan Kriminal

Ternyata, Ini Motif Ibu di Pinrang Tega Bunuh Anak Tiri dengan Pulpen

badge-check

					ilustrasi: net Perbesar

ilustrasi: net

BERITA.NEWS, Pinrang – Motif seorang ibu di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), berinisial Sn (27) yang diduga menghabisi nyawa anak tirinya sendiri, MT, terungkap. Sn cemburu karena sang suami lebih sayang kepada korban.

Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Dharma Negara mengungkapkan, Sn dengan ayah kandung korban menikah sama-sama dengan status janda dan duda. Keduanya masing-masing telah memiliki anak dari pasangan sebelumnya.

“Ini kan duda sama janda ini ceritanya, sama-sama nikah. Mereka juga sama-sama punya anak. Jadi anaknya pelaku ini tidak diterima dengan baik oleh ayah korban,” kata Dharma, Rabu (17/6/202), mengutip Detikcom.

Menurut keterangan pelaku ke penyidik, pelaku kesal lantaran suaminya tidak menghargai keberadaan anak pelaku. Kekesalan itulah yang akhirnya kerap dilampiaskan kepada MT, putri kandung suaminya.

“Jadi merasa ada beda perlakuan, jadi merasa kesal, jengkel,” ujarnya.

Selain itu, kata Dharma, ayah kandung korban pernah meminta pelaku agar membawa anak pelaku ke mantan suaminya. Perlakuan tersebut diduga membuat kekesalan pelaku memuncak yang akhirnya menusuk dada anak tirinya hingga lemas dan tewas saat suaminya tidak berada di rumah.

“Kan anak pelaku ini ada kelainan, terus suaminya ini disuruh kembalikan ke suami yang lama, supaya dioperasi lah. Mungkin di situ pelaku merasa, kenapa kok mentang-mentang anak saya ini ada kelainan, tidak diperhatikan,” terang Dharma.

Sebelumnya diberitakan, penganiayaan terjadi pada Selasa (16/6). Ayah korban langsung pulang usai menerima kabar kematian MT dari seorang tetangganya yang merupakan bidan.

“Pas sampai di rumah ayahnya mendapati korban dengan beberapa luka di bagian tubuhnya,” kata Dharma.

Karena luka tersebut, ayah MT yang bernama Herman itu langsung melaporkan kejadian ini ke polisi. Sn pun diamankan polisi untuk keperluan pengembangan kasus.

“Selanjutnya personil bersama tim medis melakukan pemeriksaan bagian tubuh korban dan terdapat beberapa luka, masing-masing Luka lebam pada dada, luka gigitan pada dagu, luka lebam pada perut serta luka lebam pada punggung,” ujar Dharma.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Polres Sinjai Tertibkan Arena Judi Sabung Ayam, Pelaku Diduga Melarikan Diri

14 April 2026 - 21:10 WITA

sabung-ayam

Dua Pelaku Penganiayaan di Turatea Jeneponto Diamankan, Polisi Buru Pelaku Lain

14 April 2026 - 19:12 WITA

penganiayaan

Wartawan di Sinjai Diintimidasi Usai Liput Penyaluran BBM Subsidi di SPBU, Said Mattoreang Lapor Polisi

14 April 2026 - 16:02 WITA

jurnalis

Penyidikan Sejak Awal 2025, Polres Sinjai Belum Umumkan Tersangka Kasus Ceklok Disdik

14 April 2026 - 15:36 WITA

korupsi

Kasus Batik ASN Pemkab Sinjai Dihentikan! Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya

14 April 2026 - 10:05 WITA

kain-batik
Trending di Hukum dan Kriminal