Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Target Tanam 5,6 Juta Hektare, Mentan SYL: Segera Bagikan Bibit, Pupuk, Alsintan

badge-check

					Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (dok Kementan) Perbesar

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (dok Kementan)

BERITA.NEWS, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) akan melakukan percepatan musim tanam kedua dengan target luas tanam padi 5,6 juta hektare sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan prakiraan cuaca oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus, sementara curah hujan diperkirakan masih berlangsung hingga Juni.

“Menurut ramalan BMKG, Mei sampai Juni akan hujan, kita percepat tanam, segera masuk kembali ke lahan pertanian, segera jajaran (Kementerian) Pertanian bagikan bibit, pupuk dan mempersiapkan alsintan,” kata Mentan dalam diskusi virtual di Jakarta, Selasa (5/5/2020).

SYL menargetkan lahan seluas 5,6 juta hektare siap ditanami dengan perkiraan produksi gabah lima hingga enam ton per hektare sehingga bisa mendapatkan 20 juta ton gabah kering hiling.

Sebelumnya, panen raya telah berlangsung sejak April dan akan berakhir pada Juni 2020 di beberapa daerah dengan total luas lahan sekitar 7,46 juta hektare.

Percepatan musim tanam kedua telah diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.

Presiden Jokowi memerintahkan jajarannya menyiapkan skenario dalam mengantisipasi perkiraan yang menyebutkan 30 persen wilayah zona musim akan mengalami kemarau lebih kering tahun ini.

Presiden menekankan pentingnya kebijakan mitigasi agar peningkatan intensitas musim kemarau di tahun ini, tidak mengganggu ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok.

“Karena berdasarkan prediksi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), 30 persen wilayah-wilayah yang masuk zona musim, tiga bulan ke depan akan mengalami kemarau yang lebih kering lebih dari biasanya,” kata Presiden dalam rapat terbatas mengenai “Antisipasi Dampak Kekeringan Terhadap Ketersediaan Bahan Pangan Pokok”.

Kepala Negara juga mengingatkan mengenai potensi terjadinya krisis pangan global yang sempat diperingatkan oleh Badan PBB untuk Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan dan juga krisis pangan, Presiden menekankan tiga hal yakni, pertama jaminan ketersediaan air di daerah sentra produksi pertanian.

Presiden meminta ketersediaan air disiapkan dengan membuat sarana dan prasarana penyimpanan, di antaranya dengan memenuhi danau, waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan.

Kedua, Presiden meminta untuk dilakukan percepatan musim tanam. Jokowi menekankan agar jajaran menteri, pimpinan lembaga serta pemerintah daerah memanfaatkan curah hujan yang masih ada saat ini untuk mendorong percepatan musim tanam.

Petani harus dipastikan tetap mampu berproduksi, termasuk dengan mengedepankan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan virus corona baru atau COVID-19.

Yang ketiga adalah mengenai manajemen pengelolaan stok untuk kebutuhan pokok, untuk bahan-bahan pokok, hitung-hitungannya detail. Bulog tetap harus membeli gabah dari petani sehingga harga di petani menjadi lebih baik.

. Antara

Loading

Comments

Baca Lainnya

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

OJK Perkuat GRC untuk Jaga Stabilitas Sistem Keuangan di Tengah Risiko Global

9 April 2026 - 08:30 WITA

Trending di Nasional