Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Siswa SD di Bima Ditemukan Tak Bernyawa Tersangkut di Pohon Bakau

badge-check

					Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Rafli Aulya (10) yang tersangkut di pohon bakau di pantai Desa Lewintana, Kabupaten Bima, NTB, Rabu (5/8/2020), sekitar pukul 21.00 WITA. (ANTARA/HO/Basarnas) Perbesar

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Rafli Aulya (10) yang tersangkut di pohon bakau di pantai Desa Lewintana, Kabupaten Bima, NTB, Rabu (5/8/2020), sekitar pukul 21.00 WITA. (ANTARA/HO/Basarnas)

BERITA.NEWS, Mataram – Tim SAR gabungan menemukan seorang siswa SD bernama Rafli Aulya sudah tidak bernyawa di hutan bakau pantai Desa Lewintana, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (5/8), sekitar pukul 21.00 WITA.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mataram Nanang Sigit PH, mengatakan korban ditemukan tersangkut di pohon bakau tidak jauh dari tempat bocah tersebut mencari rumput.

“Setelah dilakukan pencarian sejak Selasa (4/8) malam, korban atas nama Rafli Aulya alias Bimo atau Pangeran, akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia, tadi malam pukul 21.00 WITA,” katanya di Mataram, Kamis (6/8/2020).

Sebelumnya, Basarnas Mataram menerima laporan dari Agus, anggota Polairud Polres Bima yang meneruskan informasi dari Kepala Dusun Lewibada, Desa Lewintana, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Bima diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian bersama Polairud Polres Bima, keluarga korban, masyarakat/nelayan setempat dan unsur terkait lainnya menggunakan rubber boat, speed boat dan perahu nelayan.

Korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu, pergi bersama dua orang temannya mencari rumput laut di perairan pantai Desa Lewintana pada Selasa (4/8), sekitar pukul 17.00 WITA.

Saat hari sudah mulai malam, korban diajak pulang oleh kedua temannya. Orang tua korban menanyakan keberadaan anaknya saat mereka tiba di rumah, dan saat itu juga baru sadar korban tidak bersama mereka saat pulang dan diduga tenggelam.

Mengetahui hal tersebut, warga setempat langsung melakukan pencarian bersama Polairud Polres Bima, setelah pihaknya menerima laporan dari Kepala Dusun Lewibada.

. ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah