Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

Siap Bertahan Hingga Malam, Emak-emak Nelayan Pulau Kecewa Tak Ditemui Gubernur

badge-check

					Emak-emak Pulau Kodingareng dan Sangkarrang bertahan di depan Kantor Gubernur Sulsel. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul) Perbesar

Emak-emak Pulau Kodingareng dan Sangkarrang bertahan di depan Kantor Gubernur Sulsel. (BERITA.NEWS/Andi Khaerul)

BERITA.NEWS, Makassar – Massa aksi yang menolak tambang pasir laut yang diikuti masyarakat pulau Kodingareng, Sangkarrang dan Aliansi Masyarakat Pulau masih bertahan di depan kantor Gubernur Sulsel. Mereka didominasi emak-emak.

Mereka bersikeras menemui Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) dan berharap kejelasan soal status tambang pasir laut yang dilakukan PT Royal Boskalis selama tahun 2020 yang dinilainya telah merusak lingkungan dan berpengaruh terhadap hasil tangkapan nelayan.

Datang dari pulau sejak pagi tadi, para emak-emak tersebut mengaku kecewa dengan kepemimpinan Gubernur NA yang enggan menemui dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

Rahmatia (45) asal pulau Kodingareng mengungkapkan rasa kecewa kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yang tidak memperhatikan masyarakatnya, menunggu sejak pagi tadi. Padahal, kata dia hanya butuh satu dua kata.

Baca Juga :  Gunakan Fasum Selama 30 Tahun, Lapak PKL di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri

“Tidak na kasihan ini Pak Gubernur, ini masyarakat pulau kasian. Yang penting ada sepatah kata dari pak gubernur. Kita butuh penjelasan siapa yang bertanggung jawab dan cabut izin tambang di sana,” ucapnya.

Menurutnya, bersama masyarakat pulau lainnya akan tetap bertahan hingga malam sampai ada penjelasan dari Gubernur Nurdin Abdullah.

“Bermalam sampai ketemu Pak Gubernur, biar sampai mau terima. Tolong cabut izinnya, tolong cabut izinnya, kasian kita ini masyarakat pulau lama-lama tenggelam akibat tambang pasir,” ujarnya.

. ANDI KHAERUL

Loading

Comments

Baca Lainnya

Mensos RI Tinjau Fasilitas Sekolah Rakyat MA 26 Makassar

18 April 2026 - 14:18 WITA

Gunakan Fasum Selama 30 Tahun, Lapak PKL di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri

18 April 2026 - 10:15 WITA

Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko & 60 Armada

17 April 2026 - 18:20 WITA

Menuju 10 Besar, 68 Peserta Ikuti Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar

17 April 2026 - 14:13 WITA

WFH Pemkot Makassar, Munafri Gowes Bareng SKPD Pantau Kebersihan Kota

17 April 2026 - 13:45 WITA

Trending di Makassar