Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Hukum dan Kriminal

Sedot Rp41 M, Irigasi Bendungan Bontomanai Rusak Parah, Kepala BBWSPJ Makassar Tegur Satker dan PPK

badge-check

					Sedot Rp41 M, Irigasi Bendungan Bontomanai Rusak Parah, Kepala BBWSPJ Makassar Tegur Satker dan PPK Perbesar


BERITA.NEWS, Makassar – Melihat kondisi proyek jaringan irigasi bendungan Bontomanai, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan pasca pengerjaan yang sejumlah titik rusak parah mendapat perhatian khusus Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Makassar, Supardji.

Bahkan, Kepala BBWSPJ Makassar menegur pejabat Satker dan PPK (pejabat pembuat komitmen) agar kegiatan tersebut segera ditindaki.

“Sudah saya perintahkan satker dan PPK nya,”ujar Kepala BBWSPJ Makassar Supardi saat dikonfirmasi, Rabu (3/7/2019).

Kondisi ini juga mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Bulukumba menyusul adanya aspirasi warga di sekitar bendungan, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pantauan BERITA.NEWS, beberapa titik jaringan irigasi tampak retak bahkan ada yang ambruk. Dimana proyek rehabilitasi bendungan dan jaringan irigasi tersebut berlokasi di Desa Bontomanai, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Dalam royek ini menghabiskan APBN sebesar Rp41 miliar yang berada di dua titik pengerjaab yakni di Desa Bontomanai Rp19 miliar, sedang Rp22 miliar dikerja di Desa Tanah Harapan. 

Pengerjaan ini rampung sekaligus diresmikan pada akhir tahun 2018 lalu. Proyek ini dikerja oleh PT. Munandar Jagat Raya yang berkantor di Kota Makassar.

Abdul Wahab penduduk setempat, menuturkan sejak proses pengerjaan terburu dan terkesan asal-asalan. Akibatnya, kualitas kegiatan tersebut berkurang hingga menyebabkan adanya beberapa titik yang rusak.

“Kami di desan ini mayoritas bekerja petani yang membutuhkan air dari jaringan irigasi itu. Kalau tidak diperbaiki tentu airnya meluap ke jalan,”tutur Abdul Wahan.

Sementara itu, dipertanyakan Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah  dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejati Sulsel yang turut mengawasi proyek APBN tersebut.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Polres Sinjai Tertibkan Arena Judi Sabung Ayam, Pelaku Diduga Melarikan Diri

14 April 2026 - 21:10 WITA

sabung-ayam

Dua Pelaku Penganiayaan di Turatea Jeneponto Diamankan, Polisi Buru Pelaku Lain

14 April 2026 - 19:12 WITA

penganiayaan

Wartawan di Sinjai Diintimidasi Usai Liput Penyaluran BBM Subsidi di SPBU, Said Mattoreang Lapor Polisi

14 April 2026 - 16:02 WITA

jurnalis

Penyidikan Sejak Awal 2025, Polres Sinjai Belum Umumkan Tersangka Kasus Ceklok Disdik

14 April 2026 - 15:36 WITA

korupsi

Kasus Batik ASN Pemkab Sinjai Dihentikan! Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya

14 April 2026 - 10:05 WITA

kain-batik
Trending di Hukum dan Kriminal