Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

RSUD Batara Guru Usulkan Pembangunan Rumah Tunggu di APBD Luwu 2020

badge-check

					RSUD Batara Guru Usulkan Pembangunan Rumah Tunggu di APBD Luwu 2020 Perbesar

BERITA.NEWS, Belopa – Untuk pertama kalinya setelah dilantik menjadi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru, dr Daud Mustakim bersilaturahmi dengan segenap staf dan perawat lingkup RSUD Batara Guru, Desa Lebani Kecamatan Belopa Utara Kabupaten Luwu, selasa (29/10/2019) .

Disela-sela acara, dr Daud mengungkapkan beberapa kiat-kiat yang akan dulakukan kedepan dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien dan kenyamanan bagi keluarga pasien.

“Ada beberapa program yang akan kita lakukan kedepan diantaranya, peningkatan mutu pelayanan dengan dibarengi tersedianya sarana dan prasarana, melakukan kajian sebagai upaya mengefesiensikan staf dan tenaga perawat disetiap unit sesuai standar dan kebutuhan, mengelola lahan parkir secara profesional sesuai regulasi dan mengusulkan kepada pemerintah agar dibuatkan rumah tunggu bagi keluarga pasien yang berasal dari daerah terpencil maupun dari luar kabupaten Luwu”, ungkap dr Daud

Rumah tunggu bagi keluarga pasien menjadi salah satu program RSUD Batara Guru, mengingat penduduk kabupaten Luwu tidak hanya berasal dari daerah perkotaan tetapi banyak pula yang berasal dari daerah pegunungan yang letaknya sangat terpencil dan susah dijangkau.

Baca Juga :  Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

“Kedepan kita akan buat regulasi pembatasan bagi penjenguk atau penjaga pasien dan waktu berkunjung, sehingga bagi keluarga pasien yang datang dari daerah terpencil dapat tinggal sementara di rumah tunggu itu sampai keluarganya yang dirawat diisinkan pulang”, kata dr Daud.

Berkaitan dengan predikat yang disandang RSUD Batara Guru saat ini, menurut dr Daud, Predikat Paripurna itu tidak mesti harus sempurna melainkan untuk mempertahankannya maka semua kegiatan harus sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).

“Untuk mempertahankan predikat paripurna kita laksanakan saja semua kegiatan berdasarkan SOP, namun itu belum cukup tanpa dukungan dari semua pihak, baik itu dari DPRD, pemerintah daerah, staf dan perawat dilingkungan rumah sakit sendiri dan bahkan kita juga butuh dukungan dari masyarakat yang datang berkunjung dalam menjaga kebersihan. Semoga apa yang kita programkan dapat berjalan sesuai rencana”, tutupnya.

  • Muh Asri

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah