Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Rp8 M Rehab Bendungan Kampili Gowa Diduga Asal Jadi, BBWSP Je’nebarang Disorot

badge-check

					Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan (BBWSP) Je'neberang  Makassar. Perbesar

Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan (BBWSP) Je'neberang Makassar.

BERITA.NEWS, Makassar – Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan (BBWSP) Je’neberang disorot sejumlah kalangan. Selain kalangan aktivis antikorupsi, legislator DPRD Sulawesi Selatan turut mempertanyakan kinerja BBWSP Je’neberang yang dikendalikan Dirjen PSDA Kementerian PUPR menyusul proyek-proyek APBN ditengarai bermasalah.

Anggota DPRD Sulsel Irwan Hamid dari Fraksi PKB mengatakan, sebagai fungsi pengawasan, dewan berkewajiban mempertanyakan apalagi murni menggunakan APBN. Bahkan, anggota DPRD Sulsel dua periode itu akan menyurat secara kelembagaan kepada Kementerian PUPR soal sejauh mana fungsi pengawasan proyek setiap tahunnya.

“Saya perhatikan hampir setiap pekan selalu ada berita seputar proyek-proyek Balai yang bermasalah seperti bendung Kampili, Bontomanai, irigasi Pattiro Bone dan irigasi di Luwu Timur. Artinya ada yang tidak beres. Perlu ada tim pengawas maupun auditor Kementerian melihat kondisi di tubuh BBWSP Je’neberang,”ungkap Irwan Hamir, kepada, Rabu (27/11/2019).

Baca Juga :  Perkuat Identitas Lokal, Melinda Aksa Pacu Industri Kerajinan Makassar

Terkait tanggul bendungan Kampili, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, BBWSP Je’neberang mengalokasikan Rp8 miliar untuk dilakukan perbaikan. Hasilnya lagi-lagi dipertanyakan dimana masih terdapat kebocoran sehingga merugikan masyaraka yang notabene petani.

Kondisi saat ini sangat parah meski masih dalam perbaikan dan pemeliharaan. Dimana  lebih banyak air terbuang dari yang bisa di manfaatkan. Jatah irigasi untuk 3 DI yaitu Bendung Bili-Bili, Bendung Bissua dan Bendung Kampili sebanyak 5,5 Meter kubik /detik. Sekarang karena mengalami kebocoran yang masuk ke pintu saluran induk Kampili hanya kurang lebih 1 meter kubik/ detik.

Sebelumnya Anggota DPR RI Amir Uskara sempat meninjau kondisi irigasi Bendung Kampili. Amir Uskara fraksi PPP menyebut kondisi bendungan yang tanpa air atau mengalami kekeringan, karena terjadinya peralihan arus air Sungai Jeneberang akibat banjir yang terjadi Januari 2018 lalu.

Hal ini tentu mengancam ribuan petani di sekitar Gowa dan sekitarnya karena sawah terancam tidak teraliri air pada masa tanam kedua.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko & 60 Armada

17 April 2026 - 18:20 WITA

Menuju 10 Besar, 68 Peserta Ikuti Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar

17 April 2026 - 14:13 WITA

WFH Pemkot Makassar, Munafri Gowes Bareng SKPD Pantau Kebersihan Kota

17 April 2026 - 13:45 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Trending di Daerah