Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Rakorda PKK Sulsel, Bahtiar Ingatkan Tugas Penting Atasi Stunting

badge-check

					Rakorda PKK Sulsel, Bahtiar Ingatkan Tugas Penting Atasi Stunting Perbesar

BERITA.NEWS,Makassar- Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin membuka Rakorda PKK Sulsel bersama para pengurus Kabupaten dan Kota di Hotel Claro Makassar.

Bahtiar menyampaikan tugas wajib PKK adalah menyelesaikan masalah stunting yang masih tinggi di Sulsel. Berdasarkan data yang ada, angka prevalensi stunting di Sulsel masih 27 persen.

“Tugas wajib PKK, prioritas, atasi masalah stunting ini. Ini juga adalah perintah dari Ibu Negara dan Ibu Mendagri, agar kasus stunting bisa diturunkan. Sulsel masih tinggi, 27 persen,” kata Bahtiar.

Di Sulsel, kata Bahtiar, terdapat 18 ribu lebih Posyandu. Perlu lakukan pengecekan mengenai fasilitas yang mendukung penanganan stunting.

Ia juga mengingatkan peran PKK harus bermitra dengan semua organisasi, seperti Persit, Bhayangkari, dan organisasi lainnya.

“Aplikasi pendataan stunting, yakni Inzting, pastikan digunakan semua kabupaten/kota, supaya ada kesamaan data, sehingga penanganan stunting bisa dilakukan dengan tepat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mensos RI Kumpulkan Para Kadis Sosial se-Sulsel Ingatkan Pemuktahiran Data PKH

Selain stunting, Pj Gubernur Bahtiar juga meminta agar PKK menggerakkan kadernya hingga dasawisma untuk memastikan semua keluarga menanam pohon cabai di pekarangan rumahnya.

Apalagi, Cabai merupakan salah satu komoditi penyumbang inflasi di Sulsel.

“Pastikan semua rumah ada pohon cabai. Jika ini bisa dilakukan, cabai tidak akan jadi penyebab inflasi lagi. Sekarang, harga cabai kembali naik. Cabai rawit itu, sudah di atas Rp30 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Sementara, Pj Ketua TP PKK Sulsel, Sofha Marwah Bahtiar, mengaku siap bersinergi dengan pemerintah provinsi, termasuk menyukseskan program prioritas Pj Gubernur Sulsel. Khususnya terkait dengan penanganan stunting dan inflasi.

“Rakorda ini sebagai bentuk komitmen PKK Sulsel dalam menyukseskan program prioritas pemerintah provinsi. Termasuk dalam penanganan stunting dan inflasi.

Program-program yang akan disusun dalam Rakerda ini, tentu harus diselaraskan dengan program pemerintah provinsi,” kata Sofha Marwah.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Mensos RI Kumpulkan Para Kadis Sosial se-Sulsel Ingatkan Pemuktahiran Data PKH

18 April 2026 - 20:52 WITA

Pemprov Kebut Pengaspalan Ruas Aroepala Malam Hari, Atasi Keluhan Debu

18 April 2026 - 09:36 WITA

Hari Jadi ke-66, Gubernur Sulsel Dorong Parepare Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

14 April 2026 - 14:24 WITA

Hari Jadi Enrekang ke 66, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp 10 M: Sejahterakan Masyarakat 

14 April 2026 - 08:13 WITA

Pengadaan Randis Lexus LM Sesuai Aturan dan Berbasis Efisiensi Aset

12 April 2026 - 05:51 WITA

Trending di Pemprov Sulsel