Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

PT YAS Exports Internasional Teken MoU, Budidaya Pisang Sulsel Tembus Pasar Timur Tengah

badge-check

					PT YAS Exports Internasional Teken MoU, Budidaya Pisang Sulsel Tembus Pasar Timur Tengah Perbesar

BERITA.NEWS,Makassar– Program Budidaya Pisang di Sulsel prospeknya semakin menjanjikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) pastikan pasar dan harga untuk Petani.

Sejumlah perusahaan pun siap bekerjasama mendukung program prioritas Budidaya Pisang. Seperti PT. Laris Manis Utama sebagai perusahaan ekspor dan impor buah besar.

Serta PT Cipta Agri Pratama mendukung Budidaya Penanaman Pisang Cavendish untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor dalam dan luar negeri.

Terbaru, Pemprov Sulsel menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT YAS EXPORTS INTERNASIONAL untuk mendukung pasar pisang ke negara timur tengah.

Olehnya itu, Budidaya Pisang menunjukkan prospek menjanjikan sejalan dengan komitmen Pemerintah untuk menjadikan Sulsel Produsen Pisang terbesar di Indonesia.

“Kami serius melakukan ini Pemda, Provinsi sudah siapkan anggaran, dari hulu ke hilir.
Hari ini kami bawa hilirnya, saya minta kawan pengusaha di sulsel mulai masuk ke bisnis ini,” kata Pj Gubernur Bahtiar.

Baca Juga :  Pemprov Kebut Pengaspalan Ruas Aroepala Malam Hari, Atasi Keluhan Debu

Menurutnya, kebutuhan pisang cavendish di luar negeri khususnya Timur Tengah sangat tinggi, hanya saja produksi belum bisa memenuhi.

“Ini peluang pasar cukup besar. Sudah jadi mitra Pemprov memastikan berapapun produksi petani, maka harus ada kontrak farming namanya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanama Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Imran Jausi mengatakan adanya MoU ini, memperjelas kepastian pasar dan harga hasil panen para petani pisang.

“Kerjasma ini yaitu melakukan MoU dengan PT YAS, ini harapkan produksi buah pisang akan mendapatkan pasar dan harga yang tinggi ke pasar internasional tapi tetap memperhatikan kualitas dan kuantitas,” pungkasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Mensos RI Kumpulkan Para Kadis Sosial se-Sulsel Ingatkan Pemuktahiran Data PKH

18 April 2026 - 20:52 WITA

Pemprov Kebut Pengaspalan Ruas Aroepala Malam Hari, Atasi Keluhan Debu

18 April 2026 - 09:36 WITA

Hari Jadi ke-66, Gubernur Sulsel Dorong Parepare Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

14 April 2026 - 14:24 WITA

Hari Jadi Enrekang ke 66, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp 10 M: Sejahterakan Masyarakat 

14 April 2026 - 08:13 WITA

Pengadaan Randis Lexus LM Sesuai Aturan dan Berbasis Efisiensi Aset

12 April 2026 - 05:51 WITA

Trending di Pemprov Sulsel