Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Pro Kontra Menara Payung Rp103 M, Yertin Ratu: Dampaknya Beban Warga Palopo!

badge-check

					Pro Kontra Menara Payung Rp103 M, Yertin Ratu: Dampaknya Beban Warga Palopo! Perbesar

BERITA.NEWS, Palopo – Sejatinya Pemerintah Kota Palopo terkesan ngotot mewujudkan pembangunan menara payung di tahun 2020 dengan anggaran cukup besar senilai Rp103 miliar.

Menara payung itu bakal menjadi ikon baru daerah berjuluk “kota idaman” tersebut. Meski demikian, pro kontra di tengah masyarakat menyusul salah satu program prioritas Pemkot tahun 2020 itu sedang menanti dukungan dari DPRD Palopo.

Hanya fraksi Partai Demokrat dengan menolak hingga meminta Pemprov Sulsel lakukan evaluasi usulan anggaran proyek tersebut.

Yertin Ratu pegiat antikorupsi meminta DPRD Palopo sebagai perwakilan ‘wakil rakyat’ untuk melihat kebutuhan masyarakat atau asas manfaatnya. 

“Jika pembangunan menara payung dilaksanakan tahun depan maka dampaknya menjadi beban masyarakat Palopo. Butuh berapa tahun nantinya APBD terbebani dengan angsurannya,”ungkap Yertin Ratu.

Baca Juga :  Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

“Siapa yang susah tetap warga bukan pemerintah daerah yang sekarang Belum. Dan apakah pembangunannya tidak membahayakan situs budaya yang ada di skitarnya seperti istana Datu Luwu,”tegas Yertin Ratu.

Anggota DPRD Kota Palopo Cendrana dengan tegas menolak usulan Pemkot Palopo dalam APBD 2020 Pembangunan menara payung. Bahkan, Ketua Fraksi Demokrat Palopo, menyatakan kemampuan kapasitas fiskal Kota Palopo dalam kategori sedang.

Dimana penempatan empat persen dari pendapatan daerah jika dihitung akan melebihi batas. Sehingga Pemkot Palopo telah melampaui batas sehingga tidak diperkenankan defisit melampaui batasan tertinggi.

“Intinya kami tolak apakah itu dalam bentuk pinjaman. Dan usulan anggaran Rp103 miliar yang akan dipergunakan untuk membangun menara tersebut dievaluasi banggar DPRD Provinsi Sulsel,”ujar Cendrana.

Sementara itu, Walikota Palopi HM Judas Amir saat dikonfirmasi via selular sedang diluar jangkauan. Humas Pemkot Palopo belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik rencana pembangunan menara payung tersebut.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Sikap Tebang Pilih Penilaian Korwil SPPG Maros Jadi Sorotan, hingga Abaikan Juknis

8 April 2026 - 02:55 WITA

Spirit Syekh Yusuf Digaungkan, Pemuda Sulsel Diminta Tampil Percaya Diri

25 Maret 2026 - 19:01 WITA

Trending di Daerah