Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

PPKM Berakhir Hari Ini, Ganjar: Kita Tunggu Pemerintah Pusat

badge-check

					Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Perbesar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

BERITA.NEWS, Semarang – Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4 di Jawa Tengah berakhir hari ini, Senin (2/8/2021). Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masih menunggu keputusan pemerintah pusat, apakah PPKM akan diperpanjang atau tidak.

Meski begitu, gubernur sudah meminta seluruh daerah untuk tetap siaga, karena kondisi Covid-19 di Jateng masih belum membaik.

“Hari ini (PPKM) terakhir, kita tunggu saja. Kalau persiapan kita sudah ada, kita siapkan kira-kira yang perlu dibantu siapa saja,” ujar Ganjar di Semarang, Senin (2/8/2021).

Ganjar mengatakan, salah satunya yang dipersiapkan adalah memperbanyak call center sampai ke level kabupaten/kota hingga desa.

Call center penanggulangan Covid-19 yang dibuat oleh Pemprov Jateng sejauh ini dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi. Misalnya terkait vaksin, mencari oksigen dan tempat pengisian oksigen terdekat, mencari tempat tidur rumah sakit dan tempat isolasi.

“Soal keluhan identitas tidak sesuai sehingga tidak bisa mendapatkan hak BPJS dan macam-macam, soal mengisi oksigen terdekat, juga ditanyakan,” katanya.

Selain itu, Ganjar juga meminta agar disiapkan call center khusus untuk UMKM. Hal ini guna membantu UMKM yang merasa terdampak dan kesulitan. Termasuk dibuat call center tenaga kerja untuk menampung laporan-laporan terkait ketenagakerjaan selama pandemi.

Baca Juga :  Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

Ganjar juga mengaku minta dibuatkan kotak untuk call center khusus Dinsos. “Iya, karena banyak orang yang dulu dapat menjadi tidak dapat (bantuan), kemudian ada yang dobel, dan ada yang bertanya kok sampai hari ini belum dapat, apakah masih menunggu. Ini yang kita pakai untuk membantu mereka,” papar Ganjar.

Terkait PPM yang selama ini diterapkan di Jateng, Ganjar mengakui beberapa wilayah memang membaik tetapi secara keseluruhan belum baik-baik saja. Hal ini dilihat dari penambahan kasus secara keseluruhan masih cukup tinggi. Karena itu, Ganjar meminta semua kepala daerah untuk tetap waspada.

“Perubahan di beberapa wilayah membaik, umpama yang di Kudus Raya membaik tetapi di Soloraya kan belum baik, Semarang juga masih on/off terus,” bebernya.

Ganjar juga meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat dalam aktivitas sehari-hari, termasuk bagi yang sudah divaksin. Seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Penerapan prokes secara ketat ini penting, karena sebelumnya ketika PPKM Level diterapkan memang terjadi perubahan suasana. Masyarakat merasa saat ini sudah boleh duduk, boleh jalan, dan boleh mengikuti aktivitas secara terbatas.

“Menurut saya, itu kalau tidak dikontrol akan kebablasan. Dikarenakan kondisi ini belum baik maka kita tetap harus disiplin, terutama terkait protokol kesehatan,” tambah Ganjar.

  • Yon

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah