Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

PP Luwu Peduli Sesama, Kunjungi Warga yang Tinggal di Gubuk Reot 5×6 Meter

badge-check

					PP Luwu Peduli Sesama, Kunjungi Warga yang Tinggal di Gubuk Reot 5×6 Meter Perbesar


BERITA.NEWS, Luwu – Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila, Ahkam Basmin, mengunjungi rumah Hasbi, warga miskin penghuni gubuk reot, berukuran 5×6 meter, di Dusun Nyamin, Desa Dampan, Kecamatan Bastura, Senin (16/9/2019).

Bersama sejumlah pengurus Pemuda Pancasila, Ahkam menyerahkan bantuan berupa sembako dan uang tunai, langsung pada istri Hasbi. Penyerahan bantuan dan sembako ini, disaksikan juga Enos Tumbiring, Kepala Desa Dampan.

Ahkam mengaku prihatin, setelah mendapat informasi, ada warga yang belum mendapat bntuan bedah rumah, padahal tinggal di gubuk sempit. Selama ini, Hasbi dan keluarganya hanya tinggal dalam gubuk reot berukuran 5×6 meter.

“Saya sangat miris dan gelisah dengan adanya informasi yang publish di sejumlah media, bahwa di desa ini terdapat warga miskin yang sama-sekali belum pernah mendapatkan sentuhan perhatian dari pemerintah daerah. Sedihnya lagi, warga tersebut dikabarkan kehilangan rumah akibat musibah kebakaran tahun lalu. Dari itu, saya bersama rekan-rekan pengurus MPC-PP Luwu tergerak untuk berkunjung langsung sekaligus meng-konfirmasi hal ini ke bapak dan warga dimaksud,” tutur Ahkam ke Kades Dampan, Enos Tumbiring.

Baca Juga :  Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

Ahkam kemudian meminta Kepala Desa, untuk peka dan memperhatikan warganya, khususnya yang terkena musibah.

Menanggapi itu, Enos membantah jika warganya tersebut, tidak diperhatikan, karena faktanya warganya tersebut tetap mendapatkan bantuan. Enos kemudian mengklaim program keluarga harapan atau PKH dari dinas sosial sebagai bentuk bantuan yang  diberikan pada warga yang rumahnya pernah yang terbakar.

“Selain mengelola kebun untuk menghidupi istri dan anak-anaknya, Pak Hasbi itu terdaftar sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial Kabupaten Luwu. Dan belum lama ini, beliau juga mendapatkan bantuan dari Dinsos Luwu berupa atap seng, mie instan, dan sejumlah bantuan lainnya,” kata Enos.

Dan meski tergolong miskin, semua anak Hasbi bersekolah sesuai jenjangnya, bahkan ada yang sudah tamat SMA.

“Jadi, sangat tidak benar kalau pemberitaan di media menyebutkan Pak Hasbi sekeluarga adalah warga miskin yang selama ini luput dari perhatian pemerintah daerah, karena kenyataannya tidak seperti itu, “tegas Enos.

Sebelumnya, Hasbi dan 10 anaknya, luput dari perhatian Pemerintah. Pasca rumahnya terbakar, setahun lalu, Hasbi belum mendapat bantuan untuk membangun rumah. Hasbi hanya mendapatkan bantuan seadanya dari Pemerintah. Diantaranya beberapa lembar atap seng dan sembako.

  • Muh Asri

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah