BERITA.NEWS, Sinjai — Aksi pengeroyokan terhadap seorang pemuda berinisial MA (19) terjadi di Jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Kamis (19/2/2026).
Peristiwa ini dipicu dugaan senggolan atau tabrakan kecil yang memancing emosi sekelompok remaja.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban MA saat itu baru pulang dari pelabuhan dan melintas di lokasi kejadian.
Korban diduga menabrak salah satu remaja berinisial D (17).
Insiden tersebut memicu emosi teman-teman D yang berada di sekitar lokasi.
Salah satu terduga pelaku berinisial GA (19) mengaku melihat temannya ditabrak sehingga tersulut emosi dan mengejar korban.
Meski demikian, ia menyebut tidak ikut melakukan pemukulan.
Sementara D mengakui dirinya sempat tertabrak, namun juga mengaku tidak melakukan pemukulan terhadap korban.
Korban yang sempat melanjutkan perjalanan justru kembali diadang oleh sekelompok remaja.
Di situlah korban terjatuh dan diduga dikeroyok secara bersama-sama.
Dari hasil interogasi awal, beberapa remaja mengakui perbuatannya.
MT alias A (17), F (16), A (19), AA (15), serta beberapa lainnya mengakui melakukan pemukulan menggunakan kepalan tangan ke arah kepala korban masing-masing satu kali.
Ada pula yang mengaku menendang korban satu kali, serta menarik baju korban saat kejadian.
Sementara sejumlah remaja lain mengaku hanya berada di lokasi tanpa ikut melakukan kekerasan.
Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka dan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Kasi Humas Polres Sinjai, Iptu Agus Santoso, saat dikonfirmasi Sabtu (21/2/2026), membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, telah terjadi dugaan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana laporan polisi Nomor LP/B/53/II/2026/SPKT/Polres Sinjai/Polda Sulsel tertanggal 19 Februari 2026,” ujar Iptu Agus.
Ia menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, tim Resmob langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan.
“Dalam waktu kurang dari 24 jam, kami berhasil mengamankan 19 orang yang diduga terlibat. Dari jumlah tersebut, 12 orang diduga sebagai pelaku yang melakukan tindakan kekerasan, sementara lainnya masih kami dalami keterangannya,” jelasnya.
Menurutnya, motif sementara dipicu kesalahpahaman akibat senggolan kendaraan yang memancing emosi.
“Dari hasil pemeriksaan awal, kejadian ini berawal dari dugaan tabrakan atau senggolan antara korban dan salah satu remaja di lokasi. Teman-temannya kemudian tersulut emosi dan melakukan pengejaran,” ungkapnya.
Iptu Agus menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami peran masing-masing terduga pelaku.
“Kami tidak serta-merta menyimpulkan. Semua masih dalam proses pemeriksaan intensif untuk mengetahui siapa yang benar-benar melakukan pemukulan dan siapa yang hanya berada di lokasi,” tegasnya.
Ia juga memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan, mengingat sebagian besar yang diamankan masih di bawah umur.
“Karena mayoritas masih anak di bawah umur, tentu penanganannya akan mengacu pada ketentuan sistem peradilan pidana anak. Namun proses hukum tetap berjalan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.
“Kami mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya. Jangan sampai persoalan kecil di jalan berujung pada tindak pidana yang dapat merusak masa depan mereka sendiri,” imbaunya.
Saat ini seluruh terduga pelaku telah diserahkan ke piket Reskrim Polres Sinjai untuk proses lebih lanjut.
Polisi memastikan situasi kamtibmas di wilayah Sinjai Utara tetap dalam kondisi aman dan kondusif.
![]()
























