Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Pj Gubernur Bahtiar Akan Tindak Tegas Pelaku Spekulan Komoditi Pangan

badge-check

					Pj Gubernur Bahtiar Akan Tindak Tegas Pelaku Spekulan Komoditi Pangan Perbesar

BERITA.NEWS,Makassar– Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mencermati kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kota Makassar.

Pihaknya tidak segan menindak tegas para spekulan yang menyebabkan naiknya harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Kami tidak segan menindak tegas para spekulan yang menimbulkan inflasi di daerah ini, sebab Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)

yang terdiri dari unsur Kepolisian dan Kejaksaan, jadi silahkan dilaporkan,” tegas Bahtiar, usai meninjau harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Makassar, Rabu, (27/9/2023).

Sementara berdasarkan pantauan Pj Gubernur Bahtiar bersama Forkopimda, komoditi pangan mengalami kenaikan di pasar tradisional seperti Pasar Terong maupun Pasar Pa’baeng – baeng yang memicu inflasi di daerah ini.

Kenaikan pada komoditas beras, jeruk, bawang, telur, tahu dan daging ayam potong.

Baca Juga :  Pemprov Kebut Pengaspalan Ruas Aroepala Malam Hari, Atasi Keluhan Debu

“Ada sejumlah komoditi pangan mengalami kenaikan baik di Pasar Terong maupun di Pasar Pa’baeng – baeng seperti beras, jeruk, bawang, telur, tahu dan daging ayam potong,” paparnya.

Ia mengungkapkan, selain memastikan stok pangan dan distribusi komoditi bahan pangan, juga dari sisi suppliyer maupun produksi pangan.

Sedangkan dari sisi penegakan hukum, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Leonard Eben Ezer Simanjuntak  mengungkapkan, akan mendukung program Pj Gubernur Bahtiar.

Dalam upaya menekan inflasi, sekiranya ada distribusi komoditi pangan yang terhambat atau terdapat penumpukan komoditi pangan.

“Kami tidak segan akan menindak para spekulan maupun mafia pangan di Sulawesi Selatan,” tegasnya.

Hal senada juga dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Hilman Pujana mengatakan, pihaknya masih melakukan pemantauan distribusi dari hulu ke hilir, terdapat beberapa kendala dari sisi supplier.

“Kami terus memantau dan mengimbau para distributor untuk tidak menahan pasokan distribusi komoditi pangan. Kami bersama aparat penegak hukum tidak segan untuk bertindak,” pungkasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Mensos RI Kumpulkan Para Kadis Sosial se-Sulsel Ingatkan Pemuktahiran Data PKH

18 April 2026 - 20:52 WITA

Pemprov Kebut Pengaspalan Ruas Aroepala Malam Hari, Atasi Keluhan Debu

18 April 2026 - 09:36 WITA

Hari Jadi ke-66, Gubernur Sulsel Dorong Parepare Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

14 April 2026 - 14:24 WITA

Hari Jadi Enrekang ke 66, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp 10 M: Sejahterakan Masyarakat 

14 April 2026 - 08:13 WITA

Pengadaan Randis Lexus LM Sesuai Aturan dan Berbasis Efisiensi Aset

12 April 2026 - 05:51 WITA

Trending di Pemprov Sulsel