Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

Perseteruan Anggota DPRD Makassar dengan Guru Berakhir Damai Setelah Mediasi

badge-check

					Perseteruan Anggota DPRD Makassar dengan Guru Berakhir Damai Setelah Mediasi Perbesar

BERITA.NEWS, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar berinisial AM dan seorang guru berinisial IMS akhirnya sepakat berdamai setelah terlibat perseteruan pribadi.

Kesepakatan damai ini tercapai setelah dilakukan mediasi oleh sejumlah pihak, termasuk Plt Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Andi Bukti Jufri.

Pendamping IMS dari Yayasan Pemerhati Masalah Perempuan, Itha Karen, menegaskan bahwa konflik antara kedua belah pihak telah selesai.

“Kesepakatan sudah diambil. Pelapor dan terlapor sudah dimediasi dengan baik sehingga saya mewakili Ibu IMS sepakat berdamai dengan bapak,” ujar Itha Karen di Makassar, Jumat (21/3/2025).

Itha menambahkan bahwa dalam kasus ini tidak ada pihak yang benar maupun salah. Baik AM maupun IMS mengakui bahwa emosi sempat tak terkendali dalam perseteruan tersebut.

“Saat kepala panas, apa saja bisa keluar. Tidak ada yang salah dan benar di sini. Keduanya sudah mengakui telah berjuang menurut versinya masing-masing,” jelasnya.

Baca Juga :  Tanpa Konflik, Penertiban Lapak di Tallo Berjalan Tertib

Lebih lanjut, Itha menyebut bahwa isi kesepakatan antara IMS dan AM bersifat pribadi. Namun, ia memastikan bahwa salah satu poinnya adalah pencabutan laporan oleh AM terkait dugaan pencemaran nama baik.

“Intinya, Pak Dewan akan menarik laporan dari Polres. Itu itikad baik dan kami mengapresiasi,” katanya.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Andi Bukti Jufri, menyatakan bahwa pihaknya hadir untuk memfasilitasi mediasi antara AM dan IMS.

Ia juga menegaskan tanggung jawabnya untuk melindungi IMS sebagai guru sekaligus bawahannya.

“Pada prinsipnya, kami di Dinas Pendidikan ingin masalah ini selesai,” ujar Bukti.

Ia mengapresiasi kesepakatan damai yang dicapai, terlebih karena terjadi di bulan Ramadan.

“Kita berusaha mediasi, alhamdulillah sudah ada titik temu. Masing-masing pihak sudah berkeinginan menyelesaikan masalah ini,” tambahnya.

Di akhir pertemuan, AM dan IMS berjabat tangan sebagai simbol perdamaian.

Momen ini juga disaksikan oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Makassar, menandai berakhirnya perselisihan di antara keduanya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Gunakan Fasum Selama 30 Tahun, Lapak PKL di Jalan Tinumbu Bongkar Mandiri

18 April 2026 - 10:15 WITA

Antisipasi Kemarau Panjang, Damkar Makassar Siagakan 7 Posko & 60 Armada

17 April 2026 - 18:20 WITA

Menuju 10 Besar, 68 Peserta Ikuti Seleksi Komisioner BAZNAS Makassar

17 April 2026 - 14:13 WITA

WFH Pemkot Makassar, Munafri Gowes Bareng SKPD Pantau Kebersihan Kota

17 April 2026 - 13:45 WITA

Tanpa Konflik, Penertiban Lapak di Tallo Berjalan Tertib

17 April 2026 - 09:08 WITA

Trending di Makassar