Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Perhatian Pemkab Sinjai ke Nuraeni Bocah Viral Gendong Adik ke Sekolah

badge-check

					Perhatian Pemkab Sinjai ke Nuraeni Bocah Viral Gendong Adik ke Sekolah Perbesar

BERITA.NEWS, Sinjai – Pemerintah Kabupaten Sinjai memberikan perhatian serius kepada Nuraeni murid Madrasah Ibtidaiyah Maddakko, Kecamatan Sinjai Barat yang viral.

Nuraeni viral lantaran membawa adiknya Muhammad Zaenal Akbar (2) ikut ke sekolah dengan cara menggendong.

Bahkan bocah berusia 9 tahun itu turut serta membawa dan menggendong adiknya ke dalam kelas untuk mengikuti proses belajar mengajar.

Nuraeni membawa adiknya ke sekolah hingga ikut masuk ke dalam kelas bersama teman lainnya karena sang ibu tercinta telah tiada.

Perhatian itu dibuktikan dengan kunjungan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sinjai, Irwan Suaib ke kediaman Nuraeni, di Dusun Kaddorobukua, Desa Barania, Kamis (21/3/2024).

Irwan Suaib mengatakan kedatangannya merupakan perintah langsung Penjabat (Pj) Bupati Sinjai, TR Fahsul Falah.

Tujuannya untuk melihat kondisi kehidupan Nuraeni bersama keluarganya pasca viral.

Pemkab Sinjai juga memberikan edukasi dan advokasi kepada Akbar adik Nuraeni, dan keluarganya.

Pemkab Sinjai berharap agar Akbar dapat mengikuti proses pembelajaran di kelompok bermain yang tidak jauh dari kediaman dan sekolah Nuraeni.

“Jadi ini bentuk kepedulian Pemkab Sinjai, khususnya pak Pj Bupati kepada ananda Nuraeni dan Akbar,” kata Irwan Suaib.

Harapannya agar Akbar bisa masuk kelompok bermain sehingga Nuraeni dapat fokus untuk belajar di sekolah tidak lagi menggendong ananda Akbar ke sekolah.

Pihak Pemkab Sinjai pun mengaku telah melakukan komunikasi dengan pemerintah desa Barania, keluarga Nuraeni dan tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Perlahan Nuraini yang ikut ke sekolah PAUD menemani Akbar, lambat laun kalau sudah dapat teman dan nyaman untuk berinteraksi serta bermain, yakin dan pasti Akbar sudah mau ditinggalkan oleh Nuraini. Makanya kami tadi minta terus dilakukan edukasi,” jelasnya.

Baca Juga :  Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

Tak hanya mengedukasi dan melakukan advokasi, mantan Kepala Bappeda Sinjai, ini juga menyerahkan bantuan kebutuhan pokok serta menyerahkan uang tunai atau santunan dari Pj Bupati Sinjai, TR Fahsul Falah kepada keluarga Nurani yang diterima langsung Sanu yang merupakan ayah dari kedua bocah tersebut.

Kemudian bantuan dari Dinas Sosial (Dinsos) Sinjai, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sinjai, yang juga datang berkunjung sesuai arahan dan perintah Pj Bupati Sinjai.

Termasuk bantuan yang datang dari pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Disdik Sinjai, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sinjai Barat, dan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Sinjai Barat.

Di tempat yang sama, Sanu menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Sinjai, terlebih kepada Pj Bupati Sinjai atas perhatian yang diberikan kepada keluarga kecilnya. Terutama dalam memikirkan pendidikan Nuraeni dan Akbar sehingga ia mengaku akan berupaya membujuk Akbar untuk sekolah di kelompok bermain, meski terkadang Akbar tidak mau pisah dengan Nuraeni.

“Terima kasih pak Pj Bupati sudah datang melihat kondisi kami, memberikan perhatian yang luar biasa kepada keluarga kami. Saya akan bujuk anak saya (Akbar) supaya mau sekolah di kelompok bermain seperti masukan dari pak Kadisdik tadi,” pungkasnya..

Sanu ikut membeberkan bahwa menggendong Akbar ke sekolah telah dilakukan Nuraini sejak sang istri meninggal enam bulan lalu karena penyakit kanker.

Itu dilakukan Nuraini, sebab tak ada yang mengurus Akbar. Sementara dirinya yang berprofesi sebagai petani harus ke ladang untuk dapat menghidupi kedua buah hatinya.

“Menggendong ke sekolah itu dilakukan sejak istriku meninggal enam bulan lalu pada bulan September 2023. Jadi kalau saya ke ladang, Nuraini lah yang bertugas menjaga adiknya, bahkan sampai dibawa ke sekolah,” jelasnya. (Adv)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah