Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Perahu Terbalik di Danau Tempe, 3 Pemuda Tewas Tenggelam karena Tidak Bisa Berenang

badge-check

					ilustrasi: net Perbesar

ilustrasi: net

BERITA.NEWS, Soppeng – Sebanyak tujuh orang pemancing ikan Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dilaporkan tenggelam di Danau Tempe, akibat perahu yang mereka tumpangi terbalik. Tiga orang di antaranya tewas lantaran tidak bisa berenang.

“3 korban yang meninggal tidak pintar berenang,” ucap Humas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Soppeng, Rudinan saat dimintai konfirmasi, Minggu (26/7/2020), mengutip Detikcom.

Para korban adalah masing-masing bernama Burhanuddin (23), Jumadi (20), AF (12), dan AS (12). Tiga korban lainnya ialah para korban tewas, yakni Rahmat Hidayat (17), Andi Dede (26), dan Muhammad Rizaldi (23).

Peristiwa naas tersebut berawal saat ketujuh orang korban menumpangi perahu kecil untuk memancing ikan di Danau Tempe, Kecamatan Mario Riawa, Soppeng, sekitar pukul 10.00 Wita. Satu jam kemudian, perahu yang ditumpangi para korban tiba-tiba terbalik.

“Para korban mau pergi memancing di Danau Tempe. Dia menggunakan perahu tradisional milik masyarakat di sana. Tapi ombaknya kencang, perahunya diambil ombak dan terbalik,” terang Rudinan.

Nelayan setempat melihat langsung saat kapal tersebut mulai tenggelam. Namun tidak semua korban dapat diselamatkan.

“Disaksikan warga, di sana kan banyak nelayan, kampung nelayan memang,” sebut Rudinan.

Menurut Rudinan, danau atau lokasi kejadian memang berombak lantaran saat ini sedang meluap hingga memicu banjir. Namun situasi tersebut tidak menyurutkan niat para korban pergi memancing.

“Di sana kan masih kondisi banjir, itu karena luapan air Danau Tempe, rawan,” katanya.

Bahkan meski luapan danau belum terlalu surut, lanjutnya, sebagian warga sudah melakukan rekreasi dana lokasi.

“Danaunya kan luas, biasa hari libur begini biasanya banyak masyarakat rekreasi, di sana kan ada rumah terapung. Masih ada orang rekreasi,” ujar Rudinan.

Sementara itu, Kapolsek Marioriawa, AKP Syamsuddin, seperti dikutip dari Detikcom, menyebutkan bahwa perahu tersebut terbalik karena kelebihan muatan. Perahu tersebut hilang keseimbangan setelah dihantam ombak.

“Kami sudah melakukan proses identifikasi ke lapangan. Penyebab perahu terbalik juga karena adanya over kapasitas. Sementara berdasarkan keterangan para saksi menyatakan jika ketiga korban diketahui tidak bisa berenang,” kata Syamsuddin, Minggu (26/7). ()

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Edukasi Warga Binaan Lewat Sosialisasi KUHP Baru

17 April 2026 - 18:47 WITA

Komitmen Tanpa Kompromi, Rutan Masamba Ikrar Bersih dari Narkoba dan Handphone

17 April 2026 - 12:43 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Rutan Masamba Diklaim Konsisten Razia, Aktivis Bantah Dugaan Pembiaran

14 April 2026 - 15:10 WITA

Trending di Daerah