Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Pemprov Sulsel, UNICEF dan Jenewa Dorong Aksi Konkret Cegah Stunting Lewat Pemanfaatan Data Gizi

badge-check

					Pemprov Sulsel, UNICEF dan Jenewa Dorong Aksi Konkret Cegah Stunting Lewat Pemanfaatan Data Gizi Perbesar

BERITA.NEWS,Makassar- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan terus memperkuat komitmennya dalam percepatan pencegahan stunting melalui penyelenggaraan Lokakarya “Komitmen untuk Gizi: Dari Bukti Menuju Dampak – Mewujudkan Program Gizi yang Terarah, Terintegrasi, dan Berkelanjutan”, bekerja sama dengan UNICEF Indonesia dan Yayasan Jenewa Madani Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa, 15 Juli 2025. Sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menurunkan angka stunting serta menangani berbagai bentuk malnutrisi secara sistematis dan berkelanjutan.

Hadir dalam lokakarya ini perwakilan kementerian/lembaga nasional seperti Bappenas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, serta Sekretariat Wakil Presiden RI. Selain itu, turut hadir Wakil Bupati/Wali Kota serta jajaran pimpinan dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS) Provinsi Sulsel, diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. M. Ishaq Iskandar, M.Kes., MM., MH.

Ia menekankan pentingnya konversi data, transformasi data menjadi aksi konkret, serta perlunya memperkuat kepemimpinan daerah dalam pelaksanaan program gizi.

Bahwa data gizi harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran, dan kepemimpinan daerah menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan signifikan.

“Data tidak boleh berhenti di laporan, tapi harus menjadi dasar keputusan dan langkah nyata. Kepemimpinan di tingkat daerah sangat menentukan keberhasilan program gizi,” ujar M. Ishaq Iskandar.

Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku, Henky Widjaja, Ph.D, menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi triple burden of malnutrition atau tiga beban masalah gizi, yaitu stunting dan wasting, obesitas, serta kekurangan zat gizi mikro seperti anemia.

Masalah ini berdampak besar terhadap tumbuh kembang anak dan kualitas SDM Indonesia secara jangka panjang. Kolaborasi semua pihak menjadi keharusan.

Ketiga masalah ini tidak hanya mengancam tumbuh kembang anak, tetapi juga berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia, sehingga diperlukan kolaborasi dan komitmen bersama untuk program gizi yang efektif.

Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 serta Strategi Nasional Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (Stranas P3S) 2025–2029 menjadi landasan penting dalam menyusun kebijakan dan program intervensi yang lebih terukur dan efektif.

Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk membantu daerah dalam menganalisis, menerjemahkan, dan memanfaatkan data SSGI dan panduan Stranas P3S dalam perencanaan, penganggaran, serta pelaksanaan program gizi yang lebih terarah dan terukur.

Direktur Jenewa Institute, Surahmansah Said, M.P.H., menyatakan bahwa, lokakarya ini bertujuan memperkuat kapasitas daerah dalam memanfaatkan data, menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, serta mengimplementasikan strategi nasional pencegahan stunting secara kolaboratif.

Agenda lokakarya mencakup sesi panel, diskusi kelompok, dan penyampaian pernyataan komitmen dari pimpinan daerah. Isu-isu strategis yang dibahas antara lain pengelolaan program gizi, komunikasi perubahan perilaku, dan intervensi gizi di sekolah.

Sebagai tindak lanjut, peserta dari provinsi dan kabupaten/kota diminta menyusun dokumen hasil analisis data SSGI dan Stranas P3S, rencana aksi lintas sektor, dan pembagian peran hingga 2030.

Dengan terselenggaranya lokakarya ini, diharapkan terbangun sinergi kuat antar pemangku kepentingan untuk mewujudkan Sulawesi Selatan bebas stunting dan malnutrisi.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Hari Jadi ke-66, Gubernur Sulsel Dorong Parepare Jadi Percontohan Pengelolaan Sampah Terintegrasi

14 April 2026 - 14:24 WITA

Hari Jadi Enrekang ke 66, Andi Sudirman Serahkan Bantuan Rp 10 M: Sejahterakan Masyarakat 

14 April 2026 - 08:13 WITA

Pengadaan Randis Lexus LM Sesuai Aturan dan Berbasis Efisiensi Aset

12 April 2026 - 05:51 WITA

UPT Jasa Layanan Kearsipan Sulsel Dorong Literasi Arsip Lewat Pameran Edukasi 

10 April 2026 - 15:31 WITA

Soroti Dugaan Penimbunan BBM, Sekda Sulsel Desak Aparat Tindak Tegas

7 April 2026 - 07:02 WITA

Trending di Pemprov Sulsel